OJK dan BI Luncurkan PIDI, Perkuat Talenta Digital Sektor Keuangan

WhatsApp Image 2026 02 24 at 09.13.22

BicaraPlus – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI) menginisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat inovasi dan pengembangan talenta digital di sektor jasa keuangan nasional.

Peluncuran inisiatif tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) x Hackathon 2026 bertema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” yang digelar di Kantor Bank Indonesia, belum lama ini.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo, Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi, serta jajaran Anggota Dewan Gubernur BI.

Friderica mengatakan, sinergi antarregulator menjadi kunci dalam menyiapkan generasi muda sebagai motor inovasi digital ke depan.

“Kita bersinergi untuk membangun generasi muda yang bisa menjadi penerus dan menghadirkan inovasi-inovasi digital,” ujar Friderica.

Ia menjelaskan, peserta dari berbagai daerah akan melalui proses kaderisasi, pembinaan, dan pelatihan agar mampu melahirkan solusi teknologi yang aplikatif dan berdampak bagi sektor jasa keuangan.

Menurutnya, digitalisasi telah mendorong inovasi model bisnis sekaligus memperluas inklusi keuangan. Namun, penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen tetap menjadi prioritas.

“Sektor keuangan sangat terbantu dengan digitalisasi, baik untuk inovasi bisnis maupun inklusi keuangan. Tapi tentu harus ada aspek pelindungan konsumennya,” kata dia.

Friderica juga menekankan pentingnya mitigasi risiko seiring percepatan transformasi digital, termasuk melalui penguatan kebijakan dan infrastruktur pelindungan masyarakat.

“Bagaimana kita mengantisipasi berbagai risiko dari digitalisasi. Kita sudah punya kebijakan, termasuk Indonesia Anti-Scam Center,” ujarnya.

PIDI diharapkan menjadi wadah kolaborasi regulator, industri, dan talenta digital untuk memastikan inovasi di sektor jasa keuangan tetap menerapkan prinsip tata kelola yang baik dan manajemen risiko yang kuat.

DIGDAYA difokuskan pada penguatan kapasitas melalui mentoring, pembekalan, serta jejaring industri agar solusi yang dihasilkan siap diimplementasikan. Sementara itu, Hackathon menjadi ruang eksperimentasi inovasi untuk menjawab tantangan nasional secara kolaboratif dan terstruktur.

Program ini diikuti sekitar 1.300 peserta yang terdiri dari mahasiswa berbagai universitas, pesantren, komunitas digital, serta pelaku usaha jasa keuangan.

Penyelenggaraan DIGDAYA x Hackathon 2026 sekaligus menandai dibukanya registrasi kompetisi Hackathon 2026 yang terbuka untuk kategori profesional dan mahasiswa. Pendaftaran dibuka mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026.

Bagikan