
BicaraPlus — Era baru Timnas Indonesia resmi dimulai. John Herdman, sosok yang ditunjuk PSSI untuk menahkodai skuad Garuda, membagikan kesan mendalamnya saat pertama kali menjajaki peran barunya tersebut.
Momen emosional itu terjadi saat PSSI memperkenalkan Herdman ke publik, beberapa waktu lalu. Sesi perkenalan dibuka dengan tradisi sakral, yakni mengumandangkan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’.
Selama lagu berkumandang, layar besar di ruangan menampilkan kompilasi video perjalanan Timnas Indonesia, mulai dari aksi di lapangan hingga fanatisme suporter yang memadati stadion. Herdman tertangkap kamera terus melempar senyum sembari menatap dalam cuplikan tersebut.
Memikul Harapan 280 Juta Rakyat Indonesia
Bagi pelatih asal Inggris ini, lagu kebangsaan bukan sebatas seremoni. Ia mengaku langsung merasakan beban besar yang ada di pundaknya.
“Saya mendengar lagu kebangsaan dan merasa ini adalah tanggung jawab besar. Terdapat 280 juta orang yang berhak berada di level tertinggi sepak bola dunia,” ujar Herdman dalam sesi wawancara di kanal YouTube resmi Timnas Indonesia.
Herdman menambahkan bahwa ia bisa merasakan gairah yang luar biasa dari setiap potongan video suporter yang ia saksikan.
“Mereka sangat menginginkannya (kesuksesan) dan Anda bisa merasakannya di setiap video yang saya tonton. Bagi saya, emosi-emosi itu membuat saya pertama kali menyadari bahwa ini adalah sebuah tanggung jawab,” sambungnya.
Siap Hadapi Tekanan Menuju Piala Dunia 2030
Bukan rahasia lagi jika melatih Indonesia berarti siap hidup di bawah mikroskop publik. Ekspektasi tinggi kini membentang di hadapannya, terutama target ambisius untuk meloloskan Garuda ke Piala Dunia 2030.
Meski tantangan tersebut terjal, mantan pelatih Timnas Kanada ini menegaskan tak akan mundur selangkah pun.
“Sebagai pemimpin, saya siap memikul beban itu,” tegas pelatih yang sukses membawa Kanada mentas di Piala Dunia 2022 tersebut.
Kini, publik sepak bola Tanah Air menanti, apakah “sentuhan magis” Herdman mampu mengubah emosi dan harapan besar tersebut menjadi prestasi nyata di lapangan hijau.





