Menpar Bantah Bali Sepi Wisatawan, Kunjungan Turis Asing Tembus 6,8 Juta

WhatsApp Image 2025 12 22 at 19.32.51

BicaraPlus – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menepis anggapan Bali tengah mengalami penurunan signifikan kunjungan wisatawan. Ia menegaskan, data terbaru justru menunjukkan jumlah wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata masih berada dalam tren meningkat, meski ada sedikit koreksi pada pergerakan wisatawan domestik.

Widiyanti menyebut, hingga akhir tahun ini jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Bali telah mencapai 6,8 juta orang dan masih berpeluang menyentuh target 7 juta kunjungan.
“Jadi kami sudah mendapatkan data bahwa wisatawan mancanegara tetap meningkat sekarang 6,8 juta, tapi targetnya mencapai 7 juta,” ujar Widiyanti dalam konferensi pers di Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan, Jumat (26/12).

Adapun penurunan tipis justru terjadi pada wisatawan nusantara. Menurut Widiyanti, hal itu tak lepas dari gencarnya informasi soal cuaca yang kurang bersahabat di Bali, sehingga memengaruhi pilihan destinasi liburan masyarakat.
“Tapi memang wisatawan nusantaranya sedikit menurun, mungkin dikarenakan gencarnya informasi bahwa cuaca kurang baik dan juga hal-hal yang lain. Jadi mereka berjalan-jalan di Jawa, kebanyakan Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta,” katanya.

Pergeseran preferensi tersebut membuat sejumlah daerah di Pulau Jawa justru kebanjiran wisatawan. Yogyakarta, misalnya, mencatat lonjakan kunjungan yang cukup signifikan selama periode libur akhir tahun.
“Yogyakarta terlihat ada peningkatannya luar biasa. Nah, tapi Bali tidak sepi, tetap ramai, hanya ada penurunan sedikit saja, sekitar 2 persen,” jelas Widiyanti.

Ia pun menegaskan, secara umum kondisi pariwisata Bali masih terjaga dengan baik. Dinamika kunjungan yang terjadi lebih dipengaruhi faktor cuaca dan pilihan perjalanan wisatawan domestik, bukan karena merosotnya daya tarik Bali sebagai destinasi unggulan.

Isu Bali sepi wisatawan saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 sebelumnya juga disoroti Gubernur Bali Wayan Koster. Ia menyebut narasi yang ramai beredar di media sosial tidak sesuai dengan data resmi pemerintah daerah.
“Bohong, saya punya data. Setiap hari totalnya meningkat. Sekarang per harinya 17 ribu wisatawan asing, sebelumnya 20 ribu,” kata Koster usai Rapat Paripurna DPRD Bali di Denpasar, Senin (22/12).

Koster memaparkan, hingga pertengahan Desember 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali telah mencapai 6,7 juta orang. Angka itu meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 6,3 juta kunjungan. Ia optimistis jumlah tersebut masih akan bertambah hingga akhir periode Nataru, dengan target 7 juta wisatawan sepanjang 2025.

Meski demikian, Koster mengakui peningkatan jumlah wisatawan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat okupansi hotel. Salah satu penyebabnya adalah peralihan wisatawan ke akomodasi non-hotel, seperti Airbnb, yang tidak seluruhnya tercatat dalam pajak daerah.
“Kalau itu soal lain. Jadi ada yang menggunakan fasilitas penginapan melalui Airbnb, yang tidak bayar pajak. Akibatnya, peningkatan jumlah wisatawan tidak sebanding dengan peningkatan hunian hotel dan pajak hotel dan restoran,” ujarnya.

Selain itu, faktor cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan banjir juga turut memengaruhi aktivitas wisata, termasuk keluhan dari sebagian pelaku transportasi pariwisata. Meski begitu, Koster memastikan data dari otoritas bandara dan Dinas Pariwisata Bali tetap menunjukkan tren kunjungan yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Bagikan