Menkeu Purbaya: Konflik AS-Venezuela Tak Goyang Ekonomi RI, IHSG Malah Menguat

downloadgram.org 587784831 17855021727573700 5974139538424127870 n

BicaraPlus – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai konflik geopolitik yang tengah memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela tidak memberikan tekanan berarti terhadap perekonomian Indonesia. Sebaliknya, Purbaya mengungkapkan bahwa pasar saham domestik justru menunjukkan tren penguatan di tengah ketegangan kedua negara tersebut.

Purbaya mengaku heran namun melihat fenomena ini sebagai sinyal positif dari pelaku pasar. Menurutnya, pasar memiliki penilaian tersendiri yang justru merespons situasi global tersebut dengan optimisme. Hal itu disampaikan Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (5/1).

“Kalau saya lihat sih agak jauh. Kalau Anda lihat pasar saham kan malah naik kan, jadi mereka melihat justru sedikit positif, agak aneh sebenarnya. Tapi itu yang dilihat pasar,” ujar Purbaya.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh otoritas AS yang memicu eskalasi geopolitik. Meski situasi di Amerika Latin memanas, Purbaya meyakini dampaknya terhadap ekonomi makro maupun pasar keuangan Indonesia masih sangat terbatas.

Salah satu alasan utamanya adalah posisi Venezuela yang dinilai sudah lama tidak memegang peran signifikan dalam pasar minyak global. Kapasitas produksi minyak negara tersebut saat ini sangat terbatas, sehingga gangguan geopolitik yang terjadi tidak akan mengguncang suplai minyak dunia secara masif.

Selain faktor kapasitas produksi, jarak geografis yang jauh antara lokasi konflik dengan Indonesia membuat transmisi risiko ke ekonomi domestik menjadi relatif kecil. Apalagi, Amerika Serikat saat ini telah memberikan lampu hijau untuk meningkatkan produksi minyak di Alaska yang diproyeksikan mampu menutup risiko gangguan pasokan global.

Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan peningkatan produksi tersebut justru akan berdampak baik bagi stabilitas harga dan pasokan minyak dunia ke depan. Hal ini pula yang membuat kekhawatiran akan kelangkaan energi menjadi tidak relevan dalam konteks konflik ini.

Terkait nilai tukar rupiah, Menkeu menilai dampaknya cenderung netral bahkan berpotensi positif bagi Indonesia. Namun, ia tetap memberikan catatan bahwa penurunan harga minyak dunia tetap perlu diwaspadai karena memiliki implikasi langsung terhadap penerimaan negara, khususnya dari sektor energi.

Bagikan