Menhan Israel Ancam Suksesor Pemimpin Tertinggi Iran Akan Jadi Target Eliminasi

1772629200536 untitled 3

BicaraPlus – Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa siapa pun yang ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya akan menjadi target militer Israel.

Melalui akun media sosial X (4/3), Katz menulis bahwa setiap pemimpin baru yang ditunjuk Teheran akan “disingkirkan”. Ia juga menyebut dirinya bersama Perdana Menteri Israel telah menginstruksikan militer untuk bersiap.

“Perdana Menteri dan saya telah menginstruksikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk mempersiapkan dan bertindak dengan segala cara untuk memenuhi misi sebagai bagian integral dari tujuan operasional,” tulis Katz.

Pernyataan itu muncul di tengah laporan sejumlah media internasional yang menyebut Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti.

Mojtaba Khamenei dikenal sebagai tokoh berpengaruh di lingkaran ulama Iran dan disebut memiliki kedekatan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Sejumlah laporan menyebut ia memiliki peran penting dalam struktur internal kantor Pemimpin Tertinggi Iran.

Sebelumnya (3/3), Israel dilaporkan menargetkan sebuah gedung yang dikaitkan dengan Majelis Pakar, lembaga yang memiliki kewenangan memilih dan mengawasi Pemimpin Tertinggi Iran.

Serangan tersebut terjadi setelah gelombang operasi militer yang dimulai pada 28 Februari di sejumlah titik strategis di Iran. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait ancaman terbaru yang disampaikan Katz.

Sejumlah media Israel dan Barat juga mengutip sumber yang menyebut operasi militer Israel dimungkinkan oleh akses terhadap jaringan kamera lalu lintas di Teheran yang diduga telah diretas dalam beberapa tahun terakhir. Informasi tersebut, menurut laporan media, memungkinkan pemetaan pergerakan dan aktivitas di ibu kota Iran secara lebih rinci. Namun, klaim ini belum diverifikasi secara independen.

Ketegangan antara Israel dan Iran terus meningkat dalam beberapa hari terakhir, dengan kedua pihak saling melontarkan pernyataan keras. Situasi di kawasan masih berkembang, sementara komunitas internasional memantau potensi eskalasi lebih lanjut.

Bagikan