
BicaraPlus – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Ramadan 1447 H/2026 M sebagai momentum memperkuat kesalehan sosial sekaligus menjaga harmoni kebangsaan.
Ia menegaskan, Ramadan tidak hanya berdampak secara personal, tetapi juga harus memperkuat solidaritas sosial di tengah dinamika masyarakat.
“Ramadan adalah momentum memperkuat kesalehan sosial dan merawat harmoni kebangsaan. Ia bukan sekadar ibadah individual, tetapi madrasah ruhani yang membentuk kepedulian, empati, dan tanggung jawab kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” ujar Nasaruddin di Jakarta, belum lama ini.
Ia menuturkan, ibadah puasa mengajarkan pengendalian diri dan pola hidup seimbang. Nilai tersebut dinilai penting untuk membangun kehidupan sosial yang adil, tidak eksploitatif, serta berkelanjutan, baik dalam hubungan antarmanusia maupun dengan lingkungan.
Menurutnya, Ramadan juga menjadi pengingat bahwa kehidupan tidak sekadar memenuhi keinginan pribadi, melainkan menjaga keseimbangan dan tanggung jawab sosial sebagai bangsa.
Terkait perbedaan awal Ramadan, Nasaruddin mengimbau masyarakat menyikapinya dengan kedewasaan dan semangat persaudaraan. Ia menilai perbedaan merupakan bagian dari realitas keberagaman yang harus dijaga dengan sikap toleran.
“Jadikan perbedaan sebagai rahmat, bukan sekat. Jangan biarkan perbedaan hitungan melunturkan kedekatan hati. Di situlah kualitas toleransi kita diuji,” katanya.
Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya memperkuat solidaritas sosial selama Ramadan, meneladani sifat kedermawanan Muhammad yang dikenal semakin dermawan pada bulan suci.
Ia berharap Ramadan dapat melahirkan pribadi yang tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Atas nama Menteri Agama Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga setiap amal ibadah diterima dan membawa keberkahan bagi bangsa kita,” pungkasnya.





