Masoud Tulis Surat ke Rakyat AS, Singgung Perang hingga Tuduh AS Jadi ‘Proksi Israel’

1762243239714 screenshot 2025 11 02 223143

BicaraPlus – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan pesan langsung kepada rakyat Amerika Serikat lewat sebuah surat terbuka yang dipublikasikan di media sosial pada 1 April.

Dalam surat tersebut, Pezeshkian menegaskan posisi Iran yang disebutnya tidak pernah memulai agresi dalam sejarah modern, meski kerap berada di bawah tekanan global.

“Iran, dalam sejarah modernnya, tidak pernah memilih jalan agresi, ekspansionisme, kolonialisme, atau dominasi,” tulisnya. Ia juga menambahkan bahwa negaranya selalu mengambil sikap defensif, meski memiliki kekuatan militer yang lebih unggul dibanding sejumlah negara tetangga.

Pezeshkian menyatakan bahwa Iran hanya bertindak untuk mempertahankan diri dari ancaman luar. Menurutnya, setiap langkah militer yang diambil Teheran merupakan respons yang “terukur” dan sah, bukan bentuk provokasi atau upaya memulai perang.

Dalam pernyataannya, ia juga menyoroti pengerahan militer Amerika Serikat dalam skala besar di sekitar wilayah Iran. Ia menilai kondisi tersebut wajar mendorong negaranya memperkuat pertahanan.

“Tidak ada negara yang akan mengabaikan penguatan pertahanannya dalam situasi seperti itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Pezeshkian mempertanyakan motif keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik di kawasan. Ia bahkan menuduh Washington bertindak sebagai “proksi Israel” dan menyebut bahwa isu ancaman dari Iran sengaja dibangun untuk mengalihkan perhatian dunia dari konflik di Palestina.

Ia juga melontarkan pertanyaan kritis terkait arah kebijakan AS saat ini, dengan menyinggung slogan “America First” yang menurutnya patut dipertanyakan kembali relevansinya.

Di bagian akhir suratnya, Pezeshkian mengajak masyarakat Amerika untuk tidak hanya bergantung pada informasi yang ia sebut sebagai “mesin disinformasi”. Ia mendorong mereka mencari sudut pandang lain, termasuk dari pengalaman langsung orang-orang yang pernah mengunjungi Iran atau dari diaspora Iran yang berkontribusi di berbagai sektor di Barat.

Sebelum surat ini dirilis, Donald Trump sempat mengklaim melalui platform Truth Social bahwa pemerintah Iran yang baru telah meminta gencatan senjata. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang menyebutnya tidak benar dan tidak berdasar.

Meski tidak secara langsung menyinggung pernyataan Trump, Pezeshkian menegaskan bahwa rakyat Iran tidak menyimpan kebencian terhadap negara lain, termasuk masyarakat Amerika, Eropa, maupun negara-negara tetangga.

Surat terbuka ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan, sekaligus menjadi upaya Iran menyampaikan narasi langsung kepada publik internasional, khususnya warga Amerika Serikat.

Bagikan