
BicaraPlus – Longsor gunung sampah di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menimbulkan korban jiwa dan memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim SAR gabungan. Peristiwa ini terjadi di zona 4 TPA Bantargebang pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 WIB.
Material sampah yang longsor menimbun sejumlah kendaraan truk sampah serta warung milik warga yang berada di sekitar lokasi. Hingga saat ini, total korban yang terdata mencapai 13 orang, terdiri dari korban selamat, meninggal dunia, dan masih dalam pencarian.
Dari data sementara, empat orang dilaporkan selamat, yakni Budiman, Johan, Safifudin, dan Slamet. Sementara itu, empat korban dinyatakan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran sampah.
Korban meninggal dunia tersebut adalah Enda Widayanti (25), pemilik warung di sekitar lokasi; Sumine (60), juga pemilik warung; Dedi Sutrisno, sopir truk asal Karawang; serta Irwan Supriatin, sopir truk yang berada di area TPA saat kejadian.

Selain itu, lima orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim penyelamat. Mereka adalah Riki, Hardianto, Ato, Dofir, serta satu korban yang belum teridentifikasi.
Proses evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan mengerahkan alat berat untuk membuka akses menuju titik longsoran. Selain itu, unit anjing pelacak (K9) turut dikerahkan untuk membantu menemukan tanda-tanda keberadaan korban yang masih tertimbun.
Sebanyak 336 personel diterjunkan dalam operasi pencarian ini. Mereka berasal dari berbagai unsur, termasuk Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, Polres Metro Bekasi Kota, Polsek Bantargebang, TNI, BPBD, Damkar, Sat Brimob Polda Metro Jaya, Ditsamapta PMJ, hingga relawan kemanusiaan dari berbagai organisasi.
Tim penyelamat terus melakukan pendataan korban berdasarkan laporan saksi di lokasi serta keterangan dari pihak keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Hingga kini, proses pencarian masih berlangsung untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan.
Longsor di TPA Bantargebang ini kembali menjadi sorotan terkait kondisi gunungan sampah di lokasi pembuangan terbesar di wilayah Jakarta dan sekitarnya tersebut. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.





