
Bicaraplus – Lebih dari Sekadar Kue, Lapis Legit Menjadi Simbol Perjalanan Hidup dan Kemakmuran dalam Tradisi Perayaan. Di balik rasa manis dan teksturnya yang lembut, lapis legit menyimpan filosofi mendalam yang membuatnya memiliki tempat khusus dalam perayaan Imlek di Indonesia. Kue berlapis ini bukan hanya sajian meja tamu, tetapi juga simbol harapan, perjalanan hidup, dan doa kemakmuran untuk tahun yang baru.
Dalam budaya Tionghoa-Peranakan, makanan saat Imlek tidak sekadar dinikmati, tetapi dipercaya membawa makna simbolis. Lapis legit menjadi salah satu representasi nilai kehidupan yang paling kuat karena proses pembuatannya yang unik dan penuh kesabaran.
Lapis legit dibuat dari puluhan lapisan tipis yang dipanggang satu per satu. Proses ini membutuhkan ketelitian, waktu, dan konsistensi tinggi. Filosofi ini menggambarkan kehidupan manusia yang dibangun dari proses panjang bukan sesuatu yang instan. Setiap lapisan melambangkan perjalanan hidup, mulai dari perjuangan, pembelajaran, hingga keberhasilan yang diraih secara bertahap.
Dalam konteks Imlek, lapisan-lapisan tersebut dimaknai sebagai rezeki yang datang berlapis-lapis. Harapannya, setiap tahun kehidupan akan mengalami peningkatan baik secara finansial, karier, maupun kesejahteraan keluarga. Filosofi ini sangat selaras dengan semangat Tahun Baru Imlek yang identik dengan pembaruan hidup dan peluang baru.
Selain lapisan, warna keemasan lapis legit juga memiliki makna simbolis kuat. Warna ini identik dengan emas yang dalam budaya Tiongkok melambangkan kekayaan, kemakmuran, dan keberuntungan. Kehadiran lapis legit di meja Imlek menjadi simbol doa agar tahun yang baru membawa stabilitas ekonomi dan rezeki yang berlimpah.
Filosofi lain yang melekat pada lapis legit adalah nilai kesabaran dan ketekunan. Proses pembuatannya yang lama mengajarkan bahwa sesuatu yang bernilai tinggi membutuhkan usaha, waktu, dan konsistensi. Nilai ini sangat relevan dengan harapan hidup di tahun baru bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, tetapi melalui proses panjang yang berkelanjutan.
Dalam tradisi sosial, lapis legit juga menjadi simbol penghormatan. Karena menggunakan bahan premium dan proses pembuatan yang rumit, kue ini sering disajikan untuk tamu spesial atau dijadikan hampers bagi keluarga dan relasi penting. Hal ini mencerminkan nilai menghargai hubungan dan menjaga silaturahmi, yang juga menjadi inti perayaan Imlek.
Rasa manis pada lapis legit melengkapi makna filosofinya. Dalam banyak budaya Asia, makanan manis saat pergantian tahun melambangkan harapan kehidupan yang manis, hubungan keluarga yang harmonis, serta kebahagiaan yang terus berlanjut.
Pada akhirnya, lapis legit bukan hanya soal tradisi kuliner. Ia menjadi simbol perjalanan hidup manusia—bahwa setiap lapisan pengalaman, baik manis maupun pahit, membentuk kehidupan yang lebih kuat dan bermakna. Itulah sebabnya, hingga kini, lapis legit tetap menjadi salah satu sajian yang memiliki nilai emosional dan filosofis kuat dalam perayaan Imlek di Indonesia.





