Ketua DPD RI Soroti Pengadaan Mobil Kopdes dari India, Minta PT Agrinas Utamakan Produk Otomotif Dalam Negeri

WhatsApp Image 2026 02 27 at 10.42.02 edited

BicaraPlus – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin, menyampaikan respons tegas terhadap keputusan PT Agrinas yang melakukan pengadaan mobil pick up operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dari produk India. Ia menilai kebijakan tersebut seharusnya lebih mengutamakan industri otomotif dalam negeri.

Dalam keterangan resminya pada Jumat (27/02), Sultan menyampaikan bahwa meskipun keputusan bisnis PT Agrinas perlu dihormati dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan kelayakan usaha, namun pengadaan yang bersifat mandatory untuk program strategis nasional sebaiknya tetap memprioritaskan kepentingan nasional.

“Kita tentunya sangat menghormati keputusan PT Agrinas dalam melakukan pengadaan mobil operasional dengan memperhatikan prinsip efisiensi dan kelayakan bisnis. Namun kebijakan pengadaan mobil operasional KDMP sebaiknya mendahulukan kepentingan industri dan produk dalam negeri,” ujarnya.

Pengadaan Mobil Kopdes Berpotensi Pengaruhi Industri Otomotif Nasional

Menurut Sultan, kebijakan pengadaan mobil pick up untuk Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar transaksi bisnis biasa. Program ini memiliki skala besar dan berpotensi menciptakan dampak signifikan terhadap industri otomotif nasional.

Ia menilai, jika pengadaan dilakukan dengan menggandeng produsen dalam negeri, pemerintah berpotensi membuka ribuan lapangan kerja baru serta mencegah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor otomotif.

“Kami percaya pemerintah melalui Kementerian Perindustrian bersama pelaku industri otomotif dalam negeri bisa menyesuaikan harga dan menjaga kualitas agar tetap kompetitif,” tegasnya.

Sultan juga menambahkan bahwa industri otomotif nasional dinilai mampu memproduksi kendaraan pick up yang adaptif dengan kebutuhan logistik koperasi desa, baik dari sisi spesifikasi teknis maupun efisiensi operasional.

Kebijakan Masih Bisa Ditinjau Ulang

Mantan Ketua HIPMI Bengkulu tersebut menilai keputusan PT Agrinas masih memiliki peluang untuk dievaluasi kembali. Menurutnya, pengadaan sarana operasional untuk program Koperasi Desa Merah Putih seharusnya menjadi momentum memperkuat ekosistem industri nasional.

“Kita ingin setiap hal yang terkait dengan Koperasi Merah Putih harus dipastikan Merah Putih. Terutama sarana, produk, serta jasa yang akan diperjualbelikan di setiap gerai Kopdes,” pungkasnya.

Isu pengadaan mobil Kopdes dari India ini pun menjadi perhatian publik, mengingat program Koperasi Desa Merah Putih digadang-gadang sebagai penggerak ekonomi desa dan simbol kemandirian ekonomi nasional.

Ke depan, publik menanti langkah konkret pemerintah dalam memastikan program strategis nasional tidak hanya berorientasi pada efisiensi jangka pendek, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi industri dan tenaga kerja dalam negeri.

Bagikan