
BicaraPlus – Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin mendesak agar serangan terhadap sesama negara Muslim segera dihentikan, terutama di tengah momentum Bulan Suci Ramadan yang seharusnya menjadi waktu untuk mempererat persaudaraan dan perdamaian.
Menurut Sultan, konflik yang melibatkan Iran dan sejumlah negara di kawasan Arab merupakan tragedi yang sangat disayangkan. Ia menilai peperangan antarnegara Muslim justru bertentangan dengan nilai-nilai Ramadan yang identik dengan kedamaian dan saling memaafkan.
“Tidak semestinya terjadi permusuhan, apalagi peperangan antar-sesama negara Muslim di bulan penuh rahmat ini,” tegas Sultan dalam keterangannya.
Konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026 itu disebut telah menimbulkan dampak luas. Serangan rudal dan drone tidak hanya menyasar aset militer, tetapi juga merusak infrastruktur sipil seperti bandara, kawasan permukiman, serta fasilitas ekonomi di berbagai negara.
Beberapa negara Arab yang terdampak antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, Irak, dan Yordania. Meski demikian, negara-negara tersebut dinilai masih menahan diri guna mencegah konflik meluas di kawasan Asia Barat.
Sultan menekankan bahwa negara-negara yang terlibat konflik merupakan anggota Organisasi Kerja Sama Islam, sehingga seharusnya memiliki komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan persatuan dunia Islam.
“Sudah saatnya perang ini diakhiri agar Iran dan negara-negara Arab dapat kembali fokus membangun kesejahteraan. Konflik ini hanya akan menguntungkan pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan,” ujarnya.
Sebagai negara sahabat Iran, Indonesia juga mengimbau agar pemerintah dan militer Iran segera menghentikan serangan, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sultan menilai serangan terhadap sesama negara Muslim merupakan kesalahan besar yang harus segera diakhiri.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sangat prihatin atas konflik tersebut. Namun demikian, Indonesia tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak akan terlibat langsung dalam konflik.
“Indonesia tidak ingin melihat negara-negara sahabat terus bermusuhan, namun tetap berkomitmen pada prinsip tidak mencampuri urusan konflik,” katanya.
Lebih lanjut, Sultan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) mendorong peningkatan solidaritas antarnegara anggota OKI. Ia menilai konflik yang berkepanjangan berdampak serius terhadap stabilitas ekonomi kawasan.
Sebagai langkah konkret, Sultan mendorong OKI untuk segera menggelar pertemuan darurat tingkat kepala negara guna mencari solusi penghentian konflik.
“OKI perlu mengambil langkah strategis untuk menjaga persatuan negara-negara Muslim dan menyelesaikan perbedaan sesuai semangat Deklarasi Jakarta 2016,” pungkasnya.





