
BicaraPlus – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mulai merumuskan skema dana pensiun bagi atlet nasional sebagai upaya menghapus stigma bahwa profesi atlet tidak menjamin kesejahteraan di masa depan. Kebijakan ini melengkapi pemberian bonus bagi atlet berprestasi.
Menpora Erick Thohir mengatakan stigma tersebut harus dipatahkan agar atlet memiliki jaminan masa depan setelah masa aktif bertanding berakhir. Hal itu disampaikannya usai mengukuhkan sekaligus melepas Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 Thailand, Sabtu (10/1).
“Karena stigma bahwa para atlet itu miskin dan tidak punya masa depan, itu yang harus kita dobrak,” ujar Erick.
Menurut Erick, Presiden Prabowo Subianto memberikan bonus besar kepada atlet berprestasi sebagai bentuk perhatian terhadap masa depan atlet yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Presiden juga meminta Kemenpora merumuskan solusi terkait dana pensiun atlet.
Erick menjelaskan, atlet termasuk pekerja sektor informal sehingga tidak memiliki skema dana pensiun seperti pekerja formal. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah menjadikan sebagian bonus atlet sebagai bagian dari tabungan atau angsuran dana pensiun.
Ia menegaskan perumusan skema tersebut harus dilakukan secara matang dan transparan untuk menghindari penyalahgunaan dana. Tahun 2026 akan menjadi tahap penjajakan, dengan harapan skema dana pensiun atlet dapat mulai direalisasikan dalam dua tahun ke depan.





