Kemenpar Promosikan Wonderful Indonesia di Belanda Lewat Serial “First Class Indonesia”

ae286095 237b 4872 aa83 3fcc25533c4c

BicaraPlus – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar Eropa melalui program serial perjalanan First Class Indonesia™️ yang ditayangkan di Belanda.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan brand awareness kampanye pariwisata Wonderful Indonesia di pasar internasional, khususnya di Eropa.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah mitra strategis, termasuk stasiun televisi Belanda RTL 4 dan platform streaming Videoland.

“Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan konten pariwisata berkelas dunia yang berbasis storytelling kuat serta menonjolkan keaslian dan keberlanjutan,” kata Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, baru-baru ini.

Ia menyebut program ini diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung dan merasakan langsung pengalaman wisata di Indonesia.

Belanda Jadi Pasar Strategis

Belanda dipilih sebagai lokasi pemutaran perdana serial tersebut karena hubungan historis yang kuat antara kedua negara serta tren kunjungan wisatawan yang relatif stabil.

Selain itu, wisatawan Belanda dinilai memiliki minat tinggi terhadap wisata budaya, alam, serta pengalaman perjalanan yang berkelanjutan.

Pemerintah juga memasukkan Belanda sebagai salah satu dari 15 negara target pasar wisatawan mancanegara Indonesia untuk periode 2025–2026.

Tampilkan Destinasi Unggulan Indonesia

Serial First Class Indonesia™️ menampilkan berbagai destinasi wisata Indonesia melalui pendekatan visual sinematik dan narasi perjalanan.

Program ini tidak hanya menampilkan panorama alam, tetapi juga mengangkat unsur budaya, tradisi lokal, serta praktik pariwisata berkelanjutan.

Beberapa destinasi yang ditampilkan dalam serial ini antara lain Bali, Sumba, dan Lombok.

Di Bali, serial ini menyoroti tradisi spiritual, praktik wellness, serta budaya lokal yang menjadi daya tarik wisata internasional.

Sementara itu di Sumba, program ini mengangkat keaslian tradisi leluhur, kerajinan tangan masyarakat, serta dampak sosial dari pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Di Lombok, serial tersebut menampilkan kombinasi keindahan alam, aktivitas petualangan, serta praktik pariwisata yang menjaga kelestarian lingkungan.

Menurut Widiyanti, melalui serial ini penonton diajak melihat Indonesia bukan hanya sebagai kumpulan destinasi wisata, tetapi sebagai pengalaman budaya yang hidup.

“Setiap episode menangkap ritme unik Indonesia yang mencerminkan bangsa yang beragam namun tetap bersatu,” ujar Widiyanti.

Ditayangkan di Televisi dan Platform Streaming

Serial ini ditayangkan melalui RTL 4, salah satu saluran televisi komersial terbesar di Belanda yang menyasar penonton dewasa berusia 25 hingga 54 tahun serta keluarga modern.

Saluran tersebut memiliki jangkauan sekitar 1,6 juta penonton setiap minggu dan sekitar 4 juta penonton setiap bulan.

Selain di televisi, program ini juga tersedia di platform streaming Videoland sehingga dapat diakses oleh audiens yang lebih luas di Eropa sepanjang 2026.

Kemenpar berharap publikasi melalui media dengan jangkauan luas di Belanda dapat memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata dunia.

Upaya ini juga menjadi bagian dari diplomasi budaya untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Belanda melalui sektor pariwisata.

Pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2026 mencapai 16 hingga 17,6 juta kunjungan.

Bagikan