
BicaraPlus – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan sports tourism di Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa MoU ini menjadi landasan penting bagi kedua kementerian untuk merancang program yang mengintegrasikan pengembangan olahraga dengan penguatan pariwisata nasional.“Nota Kesepahaman ini menjadi dasar penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur olahraga, penyelenggaraan event olahraga di destinasi wisata, serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Dengan sinergi ini, pengembangan sports tourism dapat dilakukan lebih terarah, efisien, dan berdampak nyata,” ujarnya.
Ruang lingkup kerja sama meliputi peningkatan kapasitas SDM kepemudaan, keolahragaan, dan pariwisata, pembudayaan olahraga melalui promosi di destinasi wisata, pengembangan pemasaran pariwisata, hingga penyelenggaraan event olahraga berskala nasional dan internasional. Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan industri olahraga dan pariwisata, pemanfaatan sarana olahraga sebagai daya tarik wisata, serta pertukaran data dan informasi.
Widiyanti menilai sports tourism memiliki potensi besar sebagai pengungkit pertumbuhan pariwisata nasional karena mampu mendorong pergerakan wisatawan, memperpanjang lama tinggal, serta menggerakkan ekonomi lokal mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, hingga UMKM. “Sports tourism juga membawa dampak sosial yang positif seperti mendorong gaya hidup sehat, memperkuat interaksi sosial, dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap destinasi wisata daerah,” tambahnya.
Salah satu contoh keberhasilan sports tourism adalah penyelenggaraan Pocari Sweat Run 2025 di Lombok yang diikuti sekitar 9.000 peserta, dengan 70 persen di antaranya berasal dari luar daerah dan menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp85,5 miliar. Ke depan, pengembangan event lari, sepeda, triathlon, yoga, hingga festival wellness akan terus diperluas di berbagai destinasi.
Menteri Pariwisata juga melihat peluang besar untuk mengombinasikan sports, wellness, music, dan culture dalam satu rangkaian event berbasis pengalaman yang berkelanjutan, sejalan dengan fokus program Pariwisata Berkualitas.
Sementara itu, Menpora Erick Thohir menyambut baik kolaborasi ini dan menilai dukungan lintas sektor sangat krusial bagi transformasi ekosistem olahraga nasional.
“Mudah-mudahan kolaborasi ini menjadi contoh bahwa ketika kementerian bekerja bersama, kita bisa menghasilkan sesuatu yang berdampak positif bagi Indonesia,” ujar Erick.
Penandatanganan MoU turut dihadiri Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji, Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Hariyanto, Plt Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Vinsensius Jemadu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, serta jajaran Kemenpora.




