Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Cabor Kickboxing Terungkap, Atlet Jatim Angkat Suara

olahraga SBNVH

BicaraPlus – Kasus dugaan pelecehan seksual di dunia olahraga kembali mencuat. Kali ini, dugaan kasus tersebut terjadi di cabang olahraga (cabor) kickboxing setelah seorang atlet putri asal Jawa Timur berinisial VAP (24) mengungkap pengalamannya melalui media sosial.

Dalam unggahannya di Instagram, VAP mengaku telah lama memendam kejadian yang dialaminya. Ia mengaku sempat takut untuk bersuara karena terduga pelaku memiliki posisi penting di organisasi olahraga.

“Aku memendam kejadian ini sejak lama. Aku takut bersuara karena dia adalah ketua, dan aku hanyalah seorang atlet yang seharusnya fokus untuk juara. Tapi diam terlalu lama membuat luka ini semakin berat,” tulis VAP.

Kasus tersebut kini telah ditangani oleh Polda Jawa Timur. Polisi menetapkan terduga pelaku berinisial WPC sebagai tersangka.

Kasus ini turut mendapat perhatian dari Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo. Ia mengecam keras dugaan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh pihak yang seharusnya melindungi atlet.

“Cerita atlet kickboxing tentang kekerasan seksual yang dialaminya sungguh membuat kita semua terluka. Saya merasakan kepedihan ketika membaca perjuangan korban untuk mendapatkan keadilan dengan melaporkan tindakan pelecehan kepada berbagai pihak,” ujar Dito.

Ia juga menyoroti posisi terduga pelaku yang merupakan pelatih sekaligus ketua pengurus provinsi kickboxing di Jawa Timur.

“Ironisnya, terduga pelaku adalah pelatih dan ketua pengurus provinsi kickboxing Indonesia Jawa Timur, yang seharusnya mengayomi, menjaga, membantu, dan membina atlet,” katanya.

Dito mengapresiasi keberanian korban untuk bersuara, meski harus menghadapi trauma yang tidak mudah.

“Saya menghargai keberanian korban untuk bercerita. Tentu bukan hal mudah mengatasi trauma pahit itu, tetapi korban berani bersuara agar tindakan serupa tidak terulang,” ujarnya.

Menurutnya, dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Ia juga menegaskan tidak boleh ada penyalahgunaan relasi kuasa dalam pembinaan atlet.

“Dari dua kasus terakhir kekerasan seksual pada atlet yang naik ke jalur hukum, terduga pelakunya adalah pelatih yang menyalahgunakan kewenangan terhadap atlet. Kami mengecam keras penyalahgunaan kekuasaan ini,” tegasnya.

Dito berharap penetapan tersangka dalam kasus tersebut dapat menjadi langkah awal bagi penegakan keadilan bagi korban.

“Dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Kementerian Pemuda dan Olahraga juga mendorong seluruh organisasi olahraga dan pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem perlindungan bagi atlet agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kita harus bersama-sama membangun lingkungan olahraga yang sehat, aman, dan berintegritas. Atlet harus dilindungi agar dapat berprestasi tanpa rasa takut,” pungkasnya.

Bagikan