
BicaraPlus – Hari Kartini tak hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi juga lewat karya. Tahun ini, desainer Indonesia Iyonono menghadirkan gebrakan lewat koleksi “Garis Tangan”sebuah interpretasi fashion yang menyatukan kekuatan perempuan, budaya, dan sentuhan modern dalam satu panggung eksklusif.
Momentum Hari Kartini 2026 dimanfaatkan sebagai ruang refleksi sekaligus perayaan karya perempuan Indonesia. Brand lokal Iyonono resmi meluncurkan koleksi terbarunya bertajuk “Garis Tangan” secara eksklusif di Pendopo, Living World Alam Sutera, Selasa (21/4/2026).
Koleksi ini menghadirkan beragam pilihan busana seperti vest, kemeja, outer, hingga rok yang dirancang fleksibel mulai dari kebutuhan profesional hingga gaya santai yang tetap stylish. Dengan eksplorasi material seperti katun, polyester, dan wool, Iyonono mengolahnya melalui teknik fabric manipulation khas yang menciptakan tekstur serta siluet dinamis.
Salah satu daya tarik utama koleksi ini terletak pada teknik anyaman kain yang terinspirasi dari kerajinan bambu tradisional. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat nilai estetika, tetapi juga menjadi simbol ketahanan dan fleksibilitas perempuan dalam menjalani berbagai peran kehidupan.
Head of Pendopo, Putu Laura, menegaskan bahwa peluncuran ini bukan sekadar menghadirkan karya fashion, tetapi juga membawa pesan kuat tentang perempuan sebagai penggerak peradaban. Koleksi ini merepresentasikan perempuan yang berdaya, mampu berkarya secara profesional sekaligus menjalankan perannya dalam keluarga.
Sebagai desainer, Iyonono dikenal konsisten mengusung pendekatan eksploratif serta prinsip sustainable fashion. Melalui studionya, ia juga memberdayakan ibu rumah tangga di Cirebon dan sekitarnya dalam proses produksi, sehingga setiap karya tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga berdampak sosial nyata.
Dalam peluncuran ini, Iyonono turut menghadirkan refleksi personal tentang sosok ibu sebagai inspirasi utama di balik koleksi “Garis Tangan”. Ia menggambarkan ibu sebagai pendidik pertama yang membentuk karakter, nilai, dan kecintaan terhadap budaya sejak dini.
Acara semakin menarik dengan hadirnya talk show bertema “Tentang Ibu” yang mengangkat peran perempuan dari berbagai latar belakang, serta trunk show yang menampilkan 15 peraga busana lintas generasi—mulai dari model era 90-an hingga perempuan profesional dan influencer masa kini.
Peluncuran ini memperkuat posisi Pendopo sebagai ekosistem yang mendorong pertumbuhan brand lokal sekaligus pelestarian budaya Indonesia. Hingga kini, Pendopo telah menjadi rumah bagi lebih dari 300 UKM dengan lebih dari 12.000 produk kurasi dari seluruh Nusantara.





