
BicaraPlus – Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru pada Minggu (9/3). Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, setelah keputusan Majelis Pakar, lembaga ulama yang berwenang memilih pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.
Keputusan itu diumumkan dalam pernyataan resmi Majelis Pakar yang dirilis di Teheran tepat setelah tengah malam waktu setempat.
“Dengan suara mayoritas, Majelis Pakar menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai pemimpin ketiga Republik Islam Iran,” demikian pernyataan lembaga tersebut.
Majelis Pakar terdiri dari 88 anggota ulama yang bertugas memilih serta mengawasi pemimpin tertinggi Iran. Jabatan ini merupakan posisi politik dan keagamaan tertinggi di negara tersebut.
Sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei memiliki kewenangan luas dalam berbagai keputusan strategis negara, termasuk kebijakan militer dan arah politik luar negeri Iran.
Dukungan dari Militer Iran
Media pemerintah Iran melaporkan para pemimpin militer telah menyatakan kesetiaan kepada Mojtaba Khamenei.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga disebut siap mengikuti kepemimpinan baru tersebut.
Kepala Dewan Keamanan Iran, Ali Larijani, mengatakan Majelis Pakar tetap menggelar sidang pemilihan meskipun terdapat ancaman keamanan.
Ia menilai Mojtaba Khamenei mampu memimpin Iran di tengah situasi yang sensitif saat ini.
Larijani juga menyerukan persatuan nasional untuk mendukung kepemimpinan baru tersebut.
Ketegangan dengan AS dan Israel
Pengumuman pemimpin baru Iran muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyerukan agar Iran melakukan “penyerahan tanpa syarat”.
Pernyataan tersebut mendapat respons keras dari pejabat Iran.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengatakan negaranya tidak akan menyerah dan siap menghukum pihak yang dianggap sebagai agresor.
Iran juga dilaporkan terus melancarkan serangan terhadap target militer AS di kawasan serta wilayah Israel.
Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan rentetan rudal melintas di langit Israel. Beberapa di antaranya terlihat terpecah menjadi beberapa hulu ledak saat berada di udara.
Reaksi AS dan Israel
Penunjukan Mojtaba Khamenei diperkirakan akan memicu reaksi keras dari Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan Washington harus memiliki pengaruh dalam proses pemilihan pemimpin Iran.
“Jika dia tidak mendapat persetujuan kami, dia tidak akan lama menjabat,” kata Trump dalam wawancara dengan ABC News.
Israel juga sebelumnya memperingatkan akan menargetkan tokoh-tokoh penting Iran.
Dalam perkembangan terbaru, militer Israel mengklaim telah menewaskan Abolqasem Babaian, kepala Kantor Militer pemimpin tertinggi Iran yang baru, dalam sebuah serangan pada Sabtu.
Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah serangkaian serangan terhadap fasilitas militer dan infrastruktur strategis di Iran.
Menurut duta besar Iran untuk PBB, serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.332 warga sipil dan melukai ribuan lainnya.
Dampak ke Pasar Energi Global
Memanasnya konflik di Timur Tengah juga berdampak pada pasar energi global.
Harga minyak mentah melonjak tajam pada perdagangan Senin.
Minyak mentah Brent tercatat naik hingga 17 persen menjadi 108,73 dolar AS per barel. Kenaikan ini terjadi setelah harga minyak melonjak sekitar 28 persen dalam sepekan terakhir.
Sementara itu, minyak mentah berjangka AS dilaporkan melonjak lebih dari 20 persen pada awal perdagangan.
Kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi, terutama jika konflik memengaruhi jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz.
Selat tersebut merupakan salah satu jalur perdagangan minyak terpenting di dunia.
Dalam unggahan di media sosial, Trump mengatakan harga minyak akan turun jika ancaman nuklir Iran dapat dihentikan.
“Harga minyak akan turun dengan cepat begitu ancaman nuklir Iran berakhir,” tulisnya.
Sementara itu, laporan dari Teheran menyebut asap hitam tebal terlihat menyelimuti beberapa wilayah ibu kota setelah serangan yang menargetkan fasilitas minyak pada Minggu.





