
Iran menyatakan Amerika Serikat “bernegosiasi dengan dirinya sendiri” di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Komando Pusat Khatam al-Anbiya angkatan bersenjata Iran, Ebrahim Zolfaqari, seperti dikutip media Iran (25/3).
“Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda harus bernegosiasi dengan diri sendiri?” kata Zolfaqari.
Ia juga menyindir pernyataan Presiden Donald Trump terkait kemungkinan kesepakatan dengan Iran.
Menurut Zolfaqari, tekanan yang diberikan Washington tidak akan mengubah posisi Teheran. Ia menegaskan Iran tidak akan berkompromi dengan AS.
Zolfaqari turut menyebut kekuatan yang selama ini dibanggakan AS kini tidak lagi efektif. Ia menilai jika AS mampu keluar dari situasi yang dihadapi, hal itu seharusnya sudah dilakukan sejak lama.
Ia juga memperingatkan agar situasi saat ini tidak disebut sebagai “kesepakatan”, dan menilai ketegangan yang terjadi tidak bisa diselesaikan dengan pernyataan sepihak.
Iran menegaskan tidak akan kembali ke kondisi sebelumnya selama masih ada tekanan terhadap negara tersebut.
Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah serangkaian serangan yang disebut Iran terjadi sejak akhir Februari.
Menurut Teheran, operasi militer yang melibatkan AS dan Israel mencakup serangan udara ke sejumlah target, termasuk fasilitas yang diklaim sebagai sipil.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah target yang berkaitan dengan kepentingan AS dan Israel di kawasan.
Situasi ini memperpanjang daftar eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir.





