
BicaraPlus – Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) akan menyesali serangan terhadap sebuah kapal perang di perairan internasional. Pada saat yang sama, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah meluncurkan rudal ke kapal tanker minyak milik AS di Teluk Persia.
Melalui unggahan di media sosial pada 5 Maret, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menuduh AS melakukan serangan terhadap kapal perang Iran sekitar 2.000 mil dari pantai negara tersebut.
“Amerika Serikat telah melakukan kejahatan di laut, 2.000 mil dari pantai Iran. Kapal perusak Dena diserang secara tiba-tiba di perairan internasional,” tulis Araqchi.
Ia juga memperingatkan bahwa AS akan “menyesali preseden yang telah mereka tetapkan”.
IRGC Klaim Serang Tanker AS
Pada hari yang sama, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa angkatan lautnya telah meluncurkan rudal ke kapal tanker minyak milik AS di wilayah utara Teluk Persia pada pagi hari, 5 Maret.
Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim kapal tersebut kini terbakar setelah serangan.
IRGC juga menyebut bahwa sebelumnya mereka telah memperingatkan bahwa dalam situasi perang, hak navigasi melalui Selat Hormuz akan berada di bawah kendali Iran.
Pasukan tersebut menegaskan semua kapal harus mematuhi aturan tersebut.
IRGC menyatakan kapal militer maupun komersial milik AS, Israel, negara-negara Eropa, serta negara pendukung mereka tidak akan diizinkan melintasi Selat Hormuz.
Mereka juga memperingatkan bahwa setiap kapal AS, Israel, atau Eropa yang terdeteksi berada di Selat Hormuz “akan menjadi target serangan”.
Foto ilustrasi: Tasnim





