
BicaraPlus – Irak mulai mencari cara untuk mengamankan ekspor minyak di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Pemerintah Irak mengungkap sedang bernegosiasi dengan Iran agar kapal tanker minyak mereka dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
“Pembicaraan tersebut mencakup kemungkinan pembentukan “koridor aman” bagi kapal tanker, serta komitmen Iran untuk menghindari risiko keamanan di jalur pelayaran strategis itu,” kata Menteri Perminyakan Irak Hayan Abdel-Ghani, belum lama ini.
Langkah ini dinilai sebagai solusi sementara di tengah gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.
Gangguan di kawasan tersebut berpotensi berdampak pada pasokan dan harga minyak global.
Di sisi lain, Irak juga menyiapkan jalur alternatif untuk ekspor minyak.
Pemerintah tengah mengupayakan reaktivasi pipa minyak Kirkuk–Ceyhan yang menghubungkan ladang minyak di Irak dengan pelabuhan Ceyhan di Turki.
Menteri Abdel-Ghani menyebut, inspeksi sekitar 100 kilometer pipa ditargetkan rampung dalam waktu satu minggu agar ekspor dari wilayah Kirkuk dapat segera dilanjutkan.
“Pipa sepanjang sekitar 960 kilometer itu telah ditutup sejak 2014 setelah serangan kelompok militan ISIS,” jelasnya.
Sebelum ditutup, jalur ini menyumbang sekitar 0,5 persen dari pasokan minyak global.
Kementerian Perminyakan Irak menyatakan, kapasitas awal ekspor melalui pipa tersebut diperkirakan mencapai 250.000 barel per hari.
Angka itu bisa meningkat hingga 450.000 barel per hari jika pasokan dari wilayah Kurdistan turut disertakan.





