
BicaraPlus – Penataan peran di lingkungan Pelindo Group menjadi salah satu fokus IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) dalam memperkuat transformasi dan meningkatkan daya saing operasional. Langkah ini dibahas dalam Townhall Meeting IPC TPK 2026 yang berlangsung pada 8–9 Oktober 2026 di Museum Maritim Indonesia, Jakarta.
Mengusung tema Embracing the Transformation, Strengthening Excellence, Enabling Connectivity, pertemuan tersebut menjadi ruang bagi manajemen dan pekerja untuk memahami arah perubahan perusahaan sekaligus menyelaraskan strategi dengan peta peran Pelindo Group. Direktur Utama IPC TPK Andi Hamdani menilai keterlibatan seluruh insan perusahaan menjadi faktor penting dalam memastikan transformasi berjalan efektif.
“Melalui semangat transformasi dan konektivitas yang diusung, IPC TPK berkomitmen penuh untuk menyelaraskan langkah dengan peta peran Pelindo Group guna memperkuat keunggulan operasional ke depan,” ujar Andi.
IPC TPK Perkuat Transformasi Jadi Agenda Strategis
Pembahasan mengenai penataan peran Pelindo Group disampaikan oleh Rachmat Prayogi selaku Ketua Tim Task Force Penataan Peta Peran Pelindo Group. Sosialisasi tersebut diarahkan untuk membangun pemahaman bersama mengenai perubahan struktur dan pembagian peran di lingkungan grup.
Penyelarasan ini menjadi bagian penting bagi IPC TPK dalam menjalankan fungsi operasionalnya di tengah kebutuhan industri kepelabuhanan yang semakin terintegrasi. Kesamaan pemahaman antara manajemen dan pekerja diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta mendukung pelaksanaan strategi perusahaan.
Wakil Direktur Utama Pelindo, Drajat Sulistyo, juga hadir memberikan arahan kepada jajaran IPC TPK. Melalui sesi Fire Briefing, ia mendorong para pekerja untuk membangun ketangguhan dan kemampuan beradaptasi menghadapi dinamika industri.
Estafet Kepemimpinan IPC TPK

Townhall Meeting tahun ini turut menandai pergantian kepemimpinan IPC TPK. Tongkat kepemimpinan resmi beralih dari Guna Mulyana kepada Andi Hamdani. Pergantian tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk melanjutkan agenda transformasi dengan kepemimpinan baru. Tantangannya tidak hanya terletak pada penyesuaian organisasi, tetapi juga pada kemampuan menjaga kinerja operasional dan memperkuat kolaborasi di seluruh lini perusahaan.
Andi berharap perubahan kepemimpinan dan penataan peran dapat menjadi pijakan untuk memperkuat soliditas internal. “Estafet kepemimpinan dan penataan peran ini adalah langkah awal bagi kita. Saya berharap seluruh insan IPC TPK semakin solid dan berkolaborasi penuh dalam mencapai visi besar tersebut,” katanya.
IPC TPK memiliki wilayah operasional di enam area, yakni Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Pontianak, Panjang di Lampung, Palembang, Teluk Bayur di Sumatera Barat, dan Jambi. Jaringan tersebut menjadi bagian dari layanan petikemas yang terintegrasi antarpelabuhan.
Ke depan, keberhasilan transformasi IPC TPK akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan menerjemahkan penataan peran dan pergantian kepemimpinan menjadi peningkatan efektivitas kerja, koordinasi antarfungsi, serta kualitas layanan terminal petikemas.
Dengan demikian, penyelarasan di lingkungan Pelindo Group bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan juga upaya memperkuat kontribusi IPC TPK dalam membangun ekosistem maritim yang terintegrasi dan berdaya saing internasional.





