Indonesia Gabung Board of Peace, Kawal Perdamaian dan Rehabilitasi Gaza

5258IMG 20260123 WA0035

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam upaya perdamaian Palestina dengan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, sebuah badan internasional yang dibentuk untuk mengawal stabilisasi dan rehabilitasi pascakonflik di Gaza.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam keterangannya di Bad Ragaz, Swiss, belum lama ini, usai Presiden Prabowo Subianto menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos.

Sugiono menjelaskan, salah satu agenda utama Presiden Prabowo adalah penandatanganan Charter Board of Peace. Piagam tersebut merupakan hasil dari rangkaian panjang dialog dan pertemuan sejumlah negara, khususnya negara-negara Islam dan negara berpenduduk mayoritas Muslim, terkait situasi di Palestina.

“Penandatanganan Charter Board of Peace ini merupakan bagian dari proses yang selama ini sudah kita lakukan dalam rangka menyelesaikan konflik, mencapai perdamaian, dan melakukan rehabilitasi pascakonflik di Palestina, Gaza pada khususnya,” ujar Sugiono.

Menurut Sugiono, pembentukan BoP dilandasi tekad bersama komunitas internasional untuk terlibat lebih konkret dalam mewujudkan perdamaian permanen di Gaza. Proses tersebut berlanjut hingga pertemuan di Sharm El Sheikh, Mesir, yang menjadi momentum penandatanganan piagam BoP.

“Board of Peace ini merupakan badan internasional yang bertugas memonitor administrasi, stabilisasi, serta upaya-upaya rehabilitasi di Gaza pada khususnya dan Palestina secara umum,” katanya.

Sugiono menambahkan, Indonesia memandang penting untuk bergabung dalam BoP karena sejak awal konsisten mendukung perdamaian dan stabilitas internasional, terutama bagi Palestina. Meski proses pembentukan badan ini berlangsung relatif cepat, keputusan bergabung diambil Presiden Prabowo setelah mempertimbangkan berbagai aspek strategis.

“Kita sejak awal merupakan negara yang peduli pada perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya pada situasi di Palestina. Karena Board of Peace ini merupakan bagian dari upaya tersebut, maka Indonesia harus ada di dalamnya,” tegasnya.

Keputusan tersebut juga diambil melalui konsultasi dengan negara-negara yang tergabung dalam Group of New York. Sejumlah negara yang sepakat bergabung dalam BoP antara lain Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, Mesir, serta Indonesia.

“Dua hari sebelum penandatanganan, semuanya bersepakat untuk ikut bergabung bersama Board of Peace,” ujar Sugiono.

Ia meyakini kehadiran BoP menjadi langkah konkret yang telah lama dinantikan untuk mengawal proses perdamaian Palestina. Negara-negara anggota diharapkan memastikan setiap langkah tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.

“Kita ingin memastikan bahwa upaya yang dilakukan Board of Peace tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan tercapainya solusi dua negara,” ujarnya.

Sugiono menegaskan bahwa pembentukan BoP tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB. Ini adalah badan internasional yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas, khususnya di Gaza. Karena itu Indonesia memutuskan untuk bergabung,” pungkasnya.

Bagikan