Indonesia–Afrika Selatan Perkuat Kerja Sama Pariwisata, Fokus Wisata Berkelanjutan hingga Promosi Destinasi

698465f88ea5e042720909

BicaraPlus – Indonesia dan Afrika Selatan sepakat memperkuat kerja sama sektor pariwisata melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk membangun pariwisata yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di kedua negara.

Penandatanganan MoU dilakukan Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana bersama Menteri Pariwisata Afrika Selatan Patricia de Lille di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, belum lama ini.

Menteri Pariwisata Widiyanti mengatakan, kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin sejak lama, termasuk melalui pembentukan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral Indonesia–Afrika Selatan pada 2015.

“MoU ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, pertukaran budaya, serta penguatan pemahaman antar masyarakat kedua negara,” kata Widiyanti.

Fokus Pariwisata Berkelanjutan hingga SDM

Sebelum penandatanganan, kedua menteri juga menggelar pertemuan bilateral untuk membahas implementasi kerja sama agar berjalan efektif. Beberapa fokus utama kerja sama meliputi pengembangan pariwisata berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, promosi wisata, investasi sektor pariwisata, hingga penguatan standar keamanan dan manajemen krisis.

Selain itu, kedua negara juga menjajaki promosi destinasi unggulan dan hidden gems, gastronomi, serta fesyen sebagai bagian diplomasi budaya.

Widiyanti menilai kemitraan ini sekaligus melanjutkan semangat solidaritas Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung, yang menekankan kolaborasi negara-negara Global South.

“Kerja sama ini membuka peluang pengembangan pariwisata yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan tangguh bagi kedua negara,” ujarnya.

Afrika Selatan Permudah Visa Turis RI

Menteri Pariwisata Afrika Selatan Patricia de Lille menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai hubungan Indonesia dan Afrika Selatan memiliki kedekatan historis yang kuat.

“Penandatanganan nota kesepahaman ini akan semakin memperdalam hubungan antara kedua negara,” kata Patricia.

Ia juga mengungkapkan, Afrika Selatan tengah mereformasi sistem visa. Wisatawan Indonesia kini dapat mengajukan visa secara daring dengan proses kurang dari 24 jam. Pemerintah Afrika Selatan juga mengundang agen perjalanan Indonesia mengikuti familiarization trip untuk mengenal destinasi wisata di negara tersebut.

Selain itu, Afrika Selatan berkomitmen mengembangkan pariwisata halal dan pariwisata berbasis digital agar wisatawan Muslim, termasuk dari Indonesia, merasa aman dan nyaman.

Target Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Data menunjukkan sekitar 30 ribu wisatawan Afrika Selatan berkunjung ke Indonesia sepanjang 2025. Sementara wisatawan Indonesia ke Afrika Selatan tercatat sekitar 3 ribu orang.

Patricia berharap kerja sama ini bisa meningkatkan arus kunjungan wisatawan kedua negara.

“Sebagai bagian dari kolaborasi ini, kami ingin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di kedua negara. Masyarakat Indonesia akan selalu disambut hangat di Afrika Selatan,” pungkasnya.

Bagikan