IHSG Menguat di Tengah Gejolak Global, Investor Indonesia Tetap Percaya Diri

mandiri economic review 1 edited

Bicaraplus – Ketegangan geopolitik global akibat konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela belum berdampak signifikan terhadap pasar keuangan Indonesia. Di tengah sorotan dunia terhadap situasi tersebut, pasar saham domestik justru bergerak positif.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (5/1/2026) ditutup menguat 1,27 persen ke level 8.859,19. Kenaikan ini menegaskan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih solid.

Penguatan IHSG juga diikuti oleh indeks lainnya. LQ45 naik 0,91 persen, IDX30 menguat 0,81 persen, sementara IDX80 mencatatkan kenaikan 1,16 persen. Pergerakan ini menunjukkan minat beli yang cukup merata, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi saham mencapai sekitar Rp30,25 triliun, dengan volume perdagangan menembus 68,3 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 3,9 juta kali. Tingginya aktivitas ini menandakan likuiditas pasar tetap terjaga meski sentimen global cenderung fluktuatif.

Analis menilai, pelaku pasar domestik cenderung bersikap rasional dan tidak reaktif terhadap isu geopolitik global. Konflik di Venezuela dinilai belum memberi dampak langsung terhadap ekonomi Indonesia, baik dari sisi perdagangan maupun pasokan energi, sehingga investor masih berfokus pada faktor domestik seperti kinerja emiten, konsumsi rumah tangga, dan stabilitas makroekonomi.

Sejalan dengan pasar Indonesia, bursa global juga menunjukkan penguatan. Wall Street dan pasar Eropa bergerak positif, mencerminkan keyakinan investor bahwa ketegangan geopolitik tersebut masih berada dalam batas terkendali. Meski harga emas naik sebagai aset lindung nilai, arus dana ke pasar saham tetap terjaga.

Bagi investor Indonesia, kondisi ini menjadi sinyal bahwa pasar domestik masih memiliki daya tahan yang kuat. Sementara bagi pelaku UMKM, stabilnya pasar keuangan mencerminkan aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat yang relatif terjaga.

Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, penguatan IHSG hari ini menunjukkan bahwa pasar Indonesia masih bertumpu pada fundamental, bukan semata terpengaruh oleh headline internasional.

Bagikan