
BicaraPlus – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada awal perdagangan Kamis, 5 Maret 2026, setelah mengalami tekanan signifikan pada perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia, IHSG tercatat berada di kisaran 7.698 atau naik sekitar 1,60 persen pada perdagangan pagi.
Penguatan ini terjadi setelah IHSG mengalami penurunan tajam pada Rabu (4/3). Pada penutupan perdagangan tersebut, IHSG tercatat melemah lebih dari 4 persen dan turun ke level sekitar 7.577, dipicu oleh sentimen global dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi geopolitik dunia.
Tekanan terhadap pasar saham domestik dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, salah satunya eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu volatilitas di pasar keuangan global. Kondisi tersebut membuat investor cenderung melakukan aksi jual untuk mengamankan portofolio mereka.
Meski demikian, pada perdagangan hari ini pasar mulai menunjukkan tanda pemulihan. Sejumlah indeks utama di pasar saham Indonesia juga bergerak di zona hijau. Indeks LQ45 tercatat menguat sekitar 1,58 persen, sementara IDX30 naik sekitar 1,90 persen. Indeks IDX80 juga mencatat kenaikan sekitar 1,57 persen.
Penguatan pada saham-saham berkapitalisasi besar menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan IHSG pada awal perdagangan. Aksi beli investor setelah koreksi tajam sehari sebelumnya turut memberikan sentimen positif bagi pasar.
Pelaku pasar masih mencermati berbagai perkembangan global, termasuk dinamika geopolitik, pergerakan harga komoditas, serta arah kebijakan ekonomi global yang dapat memengaruhi pergerakan pasar saham ke depan.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan diperkirakan masih akan diwarnai volatilitas seiring respons investor terhadap perkembangan ekonomi dan geopolitik dunia.





