IHSG Fluktuatif, Investor Selektif di Tengah Volatilitas Pasar

Polyworking 6

Bicaraplus – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (30/1/2026) berlangsung fluktuatif dengan kecenderungan melemah di awal sesi. Kondisi ini mencerminkan sikap kehati-hatian investor di tengah meningkatnya volatilitas pasar serta sentimen global dan domestik yang masih berkembang.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sekitar pukul 10.09 WIB, IHSG berada di level 8.370 atau terkoreksi sekitar 1,6 persen. Meski demikian, aktivitas transaksi terpantau tetap ramai, menandakan minat pelaku pasar masih terjaga di tengah tekanan jangka pendek.

Sejumlah indeks saham unggulan justru menunjukkan pergerakan positif. LQ45, IDX30, dan IDX80 tercatat menguat, mengindikasikan terjadinya rotasi investasi ke saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid. Saham sektor perbankan dan komoditas masih menjadi pusat perhatian dengan volume dan frekuensi transaksi yang relatif tinggi.

Volatilitas pasar ini terjadi setelah pernyataan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) yang disampaikan pada Kamis malam (29/1), menyusul evaluasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Regulator menegaskan bahwa tekanan pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen dan proses penyesuaian kebijakan, bukan pelemahan fundamental ekonomi nasional.

OJK memastikan reformasi pasar modal terus berjalan, khususnya terkait peningkatan transparansi kepemilikan saham dan penyesuaian perhitungan free float agar sejalan dengan standar internasional. Salah satu kebijakan utama yang tengah disiapkan adalah penerapan ketentuan minimum free float sebesar 15 persen bagi seluruh emiten, baik yang baru melantai di bursa maupun yang telah tercatat.

Selain itu, regulator menegaskan emiten yang tidak memenuhi ketentuan free float dalam jangka waktu yang ditetapkan akan dikenakan exit policy melalui mekanisme pengawasan yang terukur. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kualitas dan integritas pasar modal nasional.

Di tengah kondisi tersebut, OJK menegaskan seluruh instrumen stabilisasi pasar tetap aktif, mulai dari mekanisme auto rejection, auto halt, hingga kebijakan buyback saham tanpa RUPS, guna meredam tekanan berlebihan dan mencegah kepanikan investor.

Pelaku pasar menilai, dalam jangka pendek IHSG masih berpotensi bergerak dinamis seiring investor menunggu kepastian lanjutan dari hasil komunikasi regulator dengan MSCI. Namun, arah kebijakan yang jelas serta komitmen reformasi pasar modal dinilai menjadi fondasi penting bagi pemulihan kepercayaan pasar ke depan.

Bagikan