IHSG Ditutup Melemah di Awal Pekan, Investor Masih Cermati Arah Pasar 2026

mandiri economic review 2 edited

Bicaraplus – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan, Senin (12/1/2026), di zona merah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 0,58% ke level 8.884,72, mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar dalam merespons kombinasi sentimen global dan domestik.

Sepanjang perdagangan, pergerakan IHSG cenderung terbatas dengan volatilitas yang relatif terjaga. Tekanan jual terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, seiring aksi ambil untung setelah reli pasar pada periode sebelumnya. Meski demikian, minat transaksi investor masih terbilang solid.

Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi saham mencapai Rp39,95 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 17,79 miliar saham dan frekuensi transaksi tercatat 5,01 juta kali. Data ini menunjukkan likuiditas pasar tetap kuat meskipun indeks bergerak melemah.

Sejumlah saham dari sektor energi dan komoditas tercatat menjadi saham paling aktif diperdagangkan, baik dari sisi nilai maupun volume. Kondisi ini menandakan masih berlangsungnya rotasi sektor oleh investor, terutama untuk kepentingan jangka pendek.

Pelaku pasar juga mulai mengalihkan fokus pada agenda korporasi awal tahun, termasuk jadwal RUPS, keterbukaan informasi, serta rilis laporan keuangan emiten tahun buku 2025 yang diperkirakan akan menjadi katalis pergerakan saham dalam beberapa pekan ke depan.

Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter global, dinamika harga komoditas, serta ekspektasi pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026. Di tengah kondisi tersebut, Bursa Efek Indonesia terus mendorong peningkatan partisipasi dan literasi investor guna memperkuat fondasi pasar modal Indonesia.

Bagikan