
Bicaraplus – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (9/1/2026). IHSG parkir di level 8.925,47, turun 0,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di paruh kedua perdagangan. Tekanan jual terlihat meningkat menjelang penutupan, seiring aksi ambil untung investor setelah reli dalam beberapa hari terakhir.
Pelemahan IHSG terjadi seiring turunnya mayoritas indeks sektoral. Indeks LQ45 tercatat melemah 0,43 persen, diikuti IDX30 yang turun 0,72 persen, sementara IDX80 terkoreksi 0,37 persen. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang relatif merata pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp28,83 triliun dengan volume perdagangan sekitar 51,66 miliar saham dan frekuensi lebih dari 3,7 juta kali transaksi. Aktivitas ini menunjukkan minat pasar yang masih cukup aktif meskipun indeks bergerak di zona merah.
Pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menjelang rilis sejumlah data ekonomi global serta perkembangan sentimen eksternal yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar saham domestik dalam jangka pendek.
Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh dinamika pasar global, arus dana asing, serta kinerja emiten pada awal tahun 2026.





