
BicaraPlus – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang terbatas pada perdagangan Selasa (3/2), menyusul koreksi tajam sebesar 4,88 persen yang menyeret indeks ke level 7.992 pada penutupan Senin kemarin.
Koreksi besar ini memicu perhatian investor, terutama menyangkut sentimen yang memengaruhi pasar domestik hari ini. Berikut rangkuman kondisi pasar yang perlu dicermati.
Investor Asing Mulai Masuk
Di tengah koreksi IHSG, investor asing tercatat mulai melakukan aksi beli di pasar modal Indonesia. Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, asing mencatatkan net buy senilai Rp593,35 miliar, menurut data IDNFinancials.com.
Ini menjadi aksi beli bersih pertama dalam dua pekan terakhir, setelah investor asing konsisten melakukan net sell sejak 19 Januari 2025. Aksi ini menunjukkan adanya minat kembali dari pelaku global untuk memanfaatkan harga saham yang terkoreksi.
Sentimen MSCI Masih Membayangi
Meski ada aksi beli asing, tekanan pada IHSG saat ini masih terasa, terutama pada saham-saham grup konglomerasi besar. Analis BRI Danareksa menyebut berlanjutnya narasi terkait penyesuaian indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International) menjadi salah satu faktor utama.
“Tekanan indeks masih terpusat pada saham-saham konglomerasi seiring berlanjutnya narasi MSCI,” tulis tim analis BRI Danareksa, Selasa (3/2).
Pelaku pasar saat ini cenderung menunggu hasil komunikasi antara regulator dan MSCI terkait transparansi serta perubahan aturan ambang batas saham publik (free float).
Analisis Teknikal: Rentang IHSG dan Tekanan Jual
Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini diproyeksikan berada pada level support 7.858 dan resistance 8.089. Analis Phintraco Sekuritas menyebut indikator MACD menunjukkan pelebaran histogram negatif yang mengindikasikan adanya tekanan jual.
Meskipun indikator Stochastic RSI telah berada di area jenuh jual (oversold), sinyal pembalikan arah (reversal) belum terlihat kuat. Tim analis Phintraco menambahkan, “Selama IHSG masih berada di bawah level psikologis 8.000, indeks berpotensi menguji level 7.786.”
Dengan perkembangan ini, investor diharapkan tetap berhati-hati dan memperhatikan dinamika aksi asing serta sentimen eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek





