
BicaraPlus – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Indonesia, Yang Mulia Prapan Disyatat, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam membahas rencana pembentukan Forum Senat Asia Tenggara (FSAT) sebagai wadah kerja sama antarparlemen, khususnya lembaga senat atau majelis tinggi di kawasan ASEAN.
Dalam pertemuan tersebut, Sultan Baktiar didampingi Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI Gusti Farid Hasan Aman, Wakil Ketua Darmansyah Husein, dan Mirah Midadan Fahmid. Ketua DPD RI menegaskan bahwa gagasan pembentukan Forum Senat Asia Tenggara merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat diplomasi parlemen sekaligus memperluas kerja sama antarnegara di kawasan.
“Konsep pembentukan Forum Senat Asia Tenggara harus dilanjutkan dan ditindaklanjuti. Momentum saat ini sangat tepat untuk memperkuat kerja sama antarparlemen, terutama senat di kawasan Asia Tenggara. DPD RI telah mengirim surat resmi kepada ketua senat Thailand, Malaysia, Filipina, dan Kamboja, dan saat ini kami menunggu respons mereka,” ujar Sultan Baktiar Najamudin.
Duta Besar Thailand, YM Prapan Disyatat, menyambut positif inisiatif DPD RI. Menurutnya, Forum Senat Asia Tenggara akan menjadi langkah besar dalam memperkuat hubungan antarparlemen dan mendorong kerja sama regional yang lebih erat. “Thailand siap mendukung inisiatif ini dan akan melakukan diskusi lanjutan untuk menyukseskan pembentukan forum. Yang terpenting sekarang adalah menentukan waktu yang tepat untuk merealisasikannya,” ujarnya.
Ketua BKSP DPD RI, Gusti Farid Hasan Aman, menjelaskan bahwa gagasan pembentukan FSAT telah dirancang sejak 2023. Saat itu, DPD RI sudah mengundang Duta Besar Kamboja untuk Indonesia guna menyampaikan rencana tersebut. Dukungan positif bahkan telah disampaikan oleh Ketua Senat Kamboja, Yang Mulia Hun Sen, dalam kunjungannya ke Jakarta. Gusti Farid menambahkan, forum ini bukan untuk menggantikan AIPA (ASEAN Inter-Parliamentary Assembly), melainkan memperkuatnya. FSAT diharapkan akan dibentuk oleh lima ketua senat sebagai deklarator dan berpotensi diperluas ke kawasan Asia Pasifik hingga tingkat global.

Rencananya, deklarasi Forum Senat Asia Tenggara akan digelar di Bali pada November 2025 dengan mengundang ketua senat Thailand, Malaysia, Filipina, dan Kamboja, beserta para duta besar masing-masing. Forum ini juga akan melibatkan Kementerian Luar Negeri RI untuk memastikan dukungan diplomasi yang maksimal.
Ketua DPD RI menegaskan bahwa forum ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama nyata, khususnya dalam penguatan ekonomi daerah, pengembangan UMKM, promosi pariwisata, serta pertukaran pendidikan. Tujuan utamanya adalah menciptakan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah. Dalam waktu dekat, BKSP DPD RI akan mengundang duta besar dari empat negara sahabat tersebut untuk melakukan rapat kerja bersama dan membahas detail pembentukan FSAT.
Pertemuan antara Ketua DPD RI dan Duta Besar Thailand diakhiri dengan sesi foto bersama serta penyerahan cenderamata sebagai simbol persahabatan antara Indonesia dan Thailand. Inisiatif pembentukan Forum Senat Asia Tenggara ini diharapkan menjadi tonggak baru penguatan diplomasi parlemen dan kerja sama regional yang lebih erat di masa depan.