Healthy Tips Ramadan: Cara Menjaga Tubuh Tetap Fit Selama Puasa

Polyworking 19

Bicaraplus – Ramadan menjadi momen penting untuk memperbaiki pola hidup, termasuk pola makan dan gaya hidup sehat. Namun perubahan jadwal makan dan minum selama puasa membuat tubuh harus beradaptasi. Jika tidak dijalani dengan pola yang tepat, puasa bisa memicu dehidrasi, asam lambung naik, hingga tubuh mudah lemas. Karena itu, menjaga pola makan seimbang, cukup cairan, dan cara berbuka yang benar menjadi kunci utama agar puasa tetap aman dan nyaman.

Pentingnya Sahur dan Pola Makan Seimbang

Sahur menjadi sumber energi utama selama berpuasa. Melewatkan sahur dapat menyebabkan tubuh cepat lelah, meningkatkan risiko dehidrasi, serta memicu kenaikan asam lambung. Makanan sahur ideal sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah, atau roti gandum agar energi bertahan lebih lama. Tambahkan protein dari telur, ayam, ikan, atau tempe untuk membantu menjaga rasa kenyang dan kestabilan energi. Sayur dan buah juga penting untuk menjaga sistem pencernaan tetap sehat selama puasa.

Selain itu, makanan terlalu pedas, berminyak, dan terlalu asam sebaiknya dibatasi karena dapat memicu gangguan lambung saat puasa berlangsung.

Menjaga Cairan Tubuh dan Cara Berbuka yang Tepat

Tubuh tetap kehilangan cairan selama puasa melalui aktivitas harian dan keringat. Karena itu, penting mengatur pola minum saat malam hari. Pola minum yang sering dianjurkan adalah metode 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas antara berbuka hingga sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur.

Saat berbuka, sebaiknya tidak langsung makan dalam jumlah besar. Berbuka secara bertahap membantu lambung beradaptasi setelah kosong seharian. Awali dengan air putih atau minuman hangat, dilanjutkan kurma atau buah, kemudian makan utama dalam porsi cukup.

Bijak Mengonsumsi Makanan Bersantan Saat Ramadan

Makanan bersantan seperti rendang, opor, dan gulai memang populer saat Ramadan. Namun santan yang dimasak lama cenderung memiliki kandungan lemak jenuh lebih tinggi sehingga perlu dibatasi konsumsinya. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko kolesterol dan membebani metabolisme tubuh.

Santan segar relatif lebih ringan, tetapi tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah wajar. Prinsip utama selama Ramadan adalah menjaga keseimbangan nutrisi agar tubuh tetap sehat.

Puasa yang dijalani dengan pola hidup sehat dapat membantu tubuh menjadi lebih bugar. Menjaga konsistensi sahur, mencukupi kebutuhan cairan, berbuka secara bertahap, serta membatasi makanan tinggi lemak menjadi langkah sederhana namun efektif menjaga kesehatan selama Ramadan. Dengan pola yang tepat, puasa bukan hanya menjadi ibadah spiritual, tetapi juga momentum memperbaiki kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Bagikan