Harga BBM Naik Drastis, Pakistan Gratiskan Transportasi di Ibu Kota

1775280166960 pakistan jpg

BicaraPlus – Pemerintah Pakistan memutuskan untuk menggratiskan seluruh transportasi umum di ibu kota, Islamabad, selama 30 hari ke depan.

Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat di tengah lonjakan harga bahan bakar yang memicu protes di berbagai wilayah.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi mengumumkan keputusan tersebut melalui media sosial pada 3 April.

“Semua transportasi umum di Islamabad akan gratis untuk masyarakat selama 30 hari ke depan, mulai besok,” tulisnya.

Selain di ibu kota, pemerintah daerah di Punjab juga mengambil langkah serupa. Tarif transportasi umum yang dikelola negara dihapus, disertai subsidi khusus untuk truk dan bus.

Kepala Menteri Punjab, Maryam Nawaz Sharif, meminta operator transportasi tidak membebankan biaya kepada penumpang.

“Kami berjanji untuk meringankan beban ekonomi masyarakat segera setelah kondisi membaik,” ujarnya.

Kebijakan ini muncul setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar secara signifikan akibat dampak konflik global, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pada 2 April, harga bensin di Pakistan sempat melonjak hingga 42,7 persen menjadi 485 rupee per liter. Kenaikan ini memicu protes besar dan kepanikan di sejumlah SPBU.

Di bawah tekanan publik, Perdana Menteri Shehbaz Sharif kemudian mengumumkan penurunan harga menjadi 378 rupee per liter dengan memangkas pajak dan biaya.

Dalam pidato nasionalnya, ia menyatakan kebijakan tersebut akan berlaku setidaknya selama satu bulan.

“Saya berjanji tidak akan berhenti sampai kehidupan masyarakat kembali normal,” ujar Shehbaz.

Selain subsidi transportasi, pemerintah Pakistan juga menerapkan berbagai langkah penghematan energi.

Beberapa di antaranya meliputi penerapan minggu kerja empat hari bagi instansi pemerintah, perpanjangan libur sekolah, hingga pembelajaran daring untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.

Sebagai informasi, sekitar 25 persen dari total 240 juta penduduk Pakistan hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga kenaikan harga energi berdampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

Bagikan