Longsor Gunung Sampah di TPA Bantargebang Bekasi: 13 Korban Terdampak, Alarm Serius Krisis Sampah di Indonesia

WhatsApp Image 2026 03 09 at 09.43.38 edited

BicaraPlus – Longsor timbunan sampah terjadi di Zona 4 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa ini menimbun sebagian area operasional serta kendaraan truk sampah dan warung milik warga yang berada di sekitar lokasi.

Berdasarkan laporan awal dari tim di lapangan, sebanyak 13 orang terdampak dalam kejadian tersebut. Beberapa korban berhasil selamat, sementara sebagian lainnya meninggal dunia. Korban yang meninggal di antaranya merupakan pemilik warung dan sopir truk sampah yang berada di lokasi saat aktivitas pengangkutan sampah berlangsung.

Longsor terjadi ketika timbunan sampah yang terus bertambah setiap hari tidak lagi stabil. Material sampah yang telah menumpuk selama bertahun-tahun di area penimbunan runtuh dan menimbun sebagian area di sekitarnya.

TPA Bantargebang merupakan tempat pembuangan utama sampah dari wilayah DKI Jakarta. Setiap hari fasilitas ini menerima sekitar 7.000 hingga 8.000 ton sampah yang berasal dari aktivitas rumah tangga, perkantoran, hingga pusat perdagangan di Jakarta.

Dengan volume tersebut, dalam satu tahun Bantargebang dapat menampung lebih dari 2,5 juta ton sampah. Timbunan sampah yang terus bertambah membuat beberapa area di lokasi ini membentuk bukit atau gunung sampah dengan ketinggian puluhan meter.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan pengelolaan sampah di Indonesia. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan lebih dari 65 juta ton sampah setiap tahun. Sebagian besar sampah tersebut masih berakhir di tempat pembuangan akhir karena keterbatasan sistem pengolahan dan rendahnya tingkat pemilahan sampah dari sumbernya.

Komposisi sampah di Indonesia didominasi oleh sampah organik sekitar 40–50 persen, disusul plastik sekitar 15–18 persen, serta jenis lain seperti kertas, tekstil, dan logam.

Pasca kejadian longsor di Bantargebang, pemerintah daerah bersama pengelola TPA langsung melakukan evakuasi korban, pengamanan area longsor, serta evaluasi kondisi zona penimbunan sampah untuk mencegah risiko longsor susulan.

Dalam jangka panjang, pemerintah juga mendorong berbagai upaya pengurangan sampah, mulai dari peningkatan program pemilahan sampah dari rumah tangga, penguatan bank sampah, hingga pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.

Namun persoalan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Sebagian besar sampah berasal dari aktivitas rumah tangga, sehingga perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.

Langkah sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan sistem daur ulang atau bank sampah dapat membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Peristiwa longsor di TPA Bantargebang Bekasi menjadi pengingat bahwa persoalan sampah bukan sekadar masalah kebersihan kota, tetapi juga berkaitan dengan sistem pengelolaan, kapasitas infrastruktur, dan kebiasaan masyarakat dalam menghasilkan sampah setiap hari.

Bagikan