Ghost in the Cell Rilis Official Trailer, Film Ke-12 Joko Anwar Tayang 16 April 2026

Polyworking 30

BicaraPlus – Sukses mendapat sambutan hangat pada world premiere di Berlin International Festival 2026, film terbaru karya ke 12 Joko Anwar resmi merilis trailer perdana. Gost in The Cell produksi come and See Pictures ini siap menghadirkan pengalaman menonton yang tak terlupakan kombubasi horor supranatural dan komedi satir dengan dengan latar sebuah penjara yang dikuasai kekerasan, ketidakadilan, dan relasi kuasa yang timpang. Dari cuplikan trailer, penonton diperlihatkan ketegangan di ruang sempit sel tahanan, ketika para napi diteror kekacauan yang terasa semakin tak terkendali.

Penjara sebagai Cermin Sosial

Gost In The Cell mengambil latar belakang penjara dengan tetap mengedepankan kehidupan secara sosial dan politik di Indonesia . Joko Anwar menyebut penjara dalam film ini sebagai metafora kehidupan sosial dan politik.

“Penjara adalah cerminan hidup secara sosial dan politik. Ada pejabat lapas sebagai pemerintah, dan ada napi sebagai rakyat. Ada dinamika kuasa, dan dinamika antar napi yang mencerminkan masyarakat kita,” ujarnya.

Tidak hanya itu film ini didesain agar penonton bisa tertawa lepas karena melihat kehidupan kita sendiri. ”Alih-alih menghadirkan horor yang semata-mata menakutkan, Ghost in the Cell justru membalut kritik sosial dengan pendekatan satir yang menghibur, sekaligus mengajak refleksi” tambah Joko Anwar

Disisi lain produser Tia Hasibuan mengungkapkan proses produksi film ini dilakukan secara efektif dan efisien. Syuting berlangsung selama 22 hari dengan durasi kerja setengah hari setiap harinya.

Film ini juga menggunakan pendekatan one shot take dalam banyak adegan. Secara struktur, total hanya terdapat 43 scene jauh lebih sedikit dibandingkan rata-rata film pada umumnya yang bisa mencapai sekitar 120 scene. Konsep visualnya dirancang menyerupai pertunjukan teater dengan adegan-adegan panjang yang menuntut konsentrasi dan performa maksimal para aktor. Pendekatan tersebut membuat film ini terasa intens, imersif, sekaligus berbeda dari karya Joko Anwar sebelumnya.

Ansambel Aktor Papan Atas

Film ini dibintangi deretan aktor terbaik Indonesia, antara lain Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Arswendy Bening Swara, hingga memperkenalkan Magistus Miftah.

Abimana, yang memerankan karakter Anggoro, menyebut film ini sebagai refleksi situasi yang relevan dengan kondisi saat ini. “Meski latarnya penjara dan para karakternya napi, bagi saya ini gambaran yang jelas tentang situasi kekacauan yang terjadi di Indonesia sekarang. Dari para napi ini kita juga bisa belajar semangat kolektivisme saat tidak bisa bergantung pada institusi resmi.”

Ghost in the Cell diproduksi oleh Come and See Pictures bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Untuk perilisan internasional, film ini menggandeng Barunson E&A sebagai sales agent worldwide. Dengan pendekatan visual teatrikal, naskah yang tajam, serta balutan horor dan komedi satir yang segar, Ghost in the Cell diproyeksikan menjadi salah satu film Indonesia paling dinanti tahun 2026. Film ini akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 16 April 2026.

Bagikan