Akses Logistik Surabaya Melesat, Flyover Teluk Lamong Masuk Tahap Akhir

WhatsApp Image 2025 12 23 at 11.16.08 1

Bicaraplus – Upaya memperkuat konektivitas logistik nasional terus dipercepat. PT Akses Pelabuhan Indonesia (API), anak perusahaan PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) di bawah Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero), melakukan peninjauan langsung ke Simpang Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB), Flyover Teluk Lamong (FOTL), akses Gelora Bung Tomo (GBT), dan Tol Romokalisari II pada 11–12 Desember 2025 di Surabaya.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum Jalan Bebas Hambatan, Irmairadlis, S.T., bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Akses Pelabuhan Indonesia, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis lapangan sekaligus membahas penyempurnaan dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA) pada simpang strategis JLLB–FOTL–Akses GBT–Tol Romokalisari II.

Seluruh pihak menyampaikan optimisme bahwa Flyover Teluk Lamong dapat segera difungsikan dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026–2027, selaras dengan pemenuhan aspek teknis, operasional, dan koordinasi lintas lembaga.

Infrastruktur Strategis Penggerak Logistik

WhatsApp Image 2025 12 23 at 11.16.08

Flyover Terminal Teluk Lamong merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional dengan panjang sekitar 2,4 kilometer dan dirancang menghubungkan langsung Jalan Tol Surabaya–Gresik dengan Terminal Teluk Lamong. Kehadiran infrastruktur ini dinilai krusial untuk memperlancar arus barang, meningkatkan efisiensi distribusi logistik, sekaligus mendorong daya saing kawasan pelabuhan dan industri di Surabaya dan sekitarnya.

Plt. Direktur Utama PT Akses Pelabuhan Indonesia, Juli Tarigan, menegaskan bahwa keikutsertaan API dalam peninjauan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan integrasi infrastruktur logistik nasional.“Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus mendukung berjalannya proyek ini. Kami berharap seluruh aspek teknis dapat terintegrasi dengan baik sehingga mampu mendukung kelancaran arus logistik dan transportasi pelabuhan,” ujarnya.

API berharap proses penyempurnaan RTA dapat berjalan optimal, menghasilkan solusi teknis yang aman, terukur, dan terintegrasi demi mendukung kelancaran transportasi serta memperkuat sistem logistik pelabuhan di masa mendatang.

Bagikan