
Bicaraplus – Film Senin Harga Naik menghadirkan kisah keluarga yang dekat dengan realitas banyak orang. Lewat konflik-konflik yang terasa sederhana namun emosional, film ini mengajak penonton menyelami dinamika hubungan orang tua dan anak, menantu, serta saudara yang kerap dibalut kesalahpahaman, namun berakar pada cinta dan rasa sayang.
Dalam sesi wawancara bersama para pemain, terungkap bahwa film ini tidak hanya menyuguhkan cerita fiksi, tetapi juga pengalaman yang sangat personal bagi para cast. Banyak dari mereka merasa karakter yang diperankan memiliki kemiripan dengan kehidupan nyata yang pernah atau sedang mereka jalani.
Salah satu pemeran, Jina, yang memerankan karakter Tari sebagai menantu dari Ibu Retno mengungkapkan bahwa perannya kali ini terasa berbeda. Tari digambarkan sebagai sosok yang terus berusaha menjadi istri dan menantu yang baik, namun kerap merasa tidak pernah cukup di mata mertuanya. Bukan karena kurang usaha, melainkan karena bahasa cinta dan komunikasi yang tidak pernah benar-benar bertemu.
Hal serupa juga dirasakan para pemain lain. Proses reading disebut menjadi salah satu tahap paling penting dalam produksi film ini. Dari yang awalnya tidak saling mengenal, para cast justru menemukan kesamaan cerita hidup. Ruang diskusi yang terbuka membuat masing-masing karakter berkembang secara organik, seolah membawa pengalaman pribadi ke dalam cerita.
Konflik dalam Senin Harga Naik tidak ditampilkan secara meledak-ledak, melainkan melalui gesekan emosional yang halus tentang komunikasi yang melenceng, ekspektasi orang tua, dan usaha anak-anak dewasa untuk dipahami. Film ini menegaskan bahwa dalam keluarga, pertengkaran sering kali bukan tentang benci, melainkan bentuk lain dari rasa peduli yang tidak tersampaikan dengan tepat.
Kehangatan juga menjadi kekuatan utama film ini. Di balik konflik, penonton diajak tertawa, tersenyum, dan merasa dekat dengan karakter-karakter yang terasa begitu manusiawi. Setiap penonton pun diyakini akan menemukan momen personalnya masing-masing, tergantung pada pengalaman hidup yang pernah dilalui.
Dijadwalkan tayang pada 18 Maret, Senin Harga Naik diharapkan menjadi tontonan reflektif yang relevan, terutama dalam momentum kebersamaan keluarga. Sebuah film yang mengingatkan bahwa di balik segala kesalahpahaman, keluarga selalu berangkat dari satu hal yang sama: rasa sayang.





