
BicaraPlus – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap fenomena alam bernama upwelling di perairan selatan Jawa yang bisa meningkatkan hasil tangkapan ikan. Namun di balik peluang itu, nelayan juga dihadapkan pada berbagai risiko di laut.
Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Widodo Setiyo Pranowo menjelaskan, upwelling adalah proses naiknya air laut dari kedalaman ke permukaan.
Air dari laut dalam ini kaya nutrisi dan menjadi “pupuk alami” bagi fitoplankton, yaitu organisme kecil yang menjadi makanan utama ikan.
“Fenomena ini ibarat memompa pupuk alami dari laut dalam ke permukaan. Tapi dampaknya ke jumlah ikan tidak langsung terasa, biasanya ada jeda sekitar satu sampai dua bulan,” ujar Widodo, Kamis (26/3).
Menurut Widodo, kemunculan upwelling bisa dideteksi dari beberapa tanda alam. Salah satunya adalah angin muson tenggara yang mendorong air permukaan menjauh dari pantai, sehingga air dari bawah naik menggantikannya.
Selain itu, suhu permukaan laut biasanya turun, dan kandungan nutrisi meningkat. Kondisi ini membuat fitoplankton tumbuh lebih subur, yang kemudian menarik ikan dalam jumlah besar.
BRIN memanfaatkan data laut, cuaca, dan iklim untuk memetakan wilayah yang berpotensi menjadi lokasi penangkapan ikan. Dengan cara ini, nelayan bisa lebih mudah menentukan area yang produktif.
Namun, Widodo mengingatkan, fenomena ini juga dipengaruhi oleh perubahan iklim global, seperti El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD). Kedua faktor ini bisa memperkuat atau justru melemahkan upwelling.
Di sisi lain, kondisi laut saat upwelling tidak selalu aman. Angin kencang, gelombang tinggi, hingga potensi badai bisa membahayakan nelayan yang melaut.
“Nelayan perlu memantau informasi dari BMKG, terutama terkait kondisi cuaca dan gelombang. Laut yang ekstrem bisa berisiko tinggi,” katanya.
Tak hanya soal keselamatan, biaya operasional juga jadi tantangan. Gelombang tinggi membuat konsumsi bahan bakar meningkat, sehingga pengeluaran nelayan ikut bertambah.
Melalui riset ini, BRIN berharap pemanfaatan data sains bisa membantu nelayan menangkap ikan dengan lebih aman dan efisien. Dengan informasi yang tepat, hasil tangkapan bisa meningkat tanpa mengabaikan keselamatan di laut.




