
Bicaraplus – Tahun 2026 menghadirkan momen langit yang luar biasa yaitu gerhana matahari akan terjadi dua kali, menawarkan pemandangan yang jarang terjadi dan menakjubkan.
Gerhana pertama terjadi 17 Februari 2026, berupa gerhana matahari cincin. Bulan menutupi Matahari sebagian sehingga muncul “cincin api”, yang bisa dilihat secara penuh di wilayah tertentu seperti Antarktika.
Gerhana kedua, lebih spektakuler, terjadi 12 Agustus 2026 dengan gerhana matahari total. Jalur totalitas akan melintasi beberapa negara di Eropa, menjadikannya gerhana total pertama yang terlihat dari daratan Eropa dalam 27 tahun terakhir. Saat itu, siang hari akan berubah gelap sejenak, memberi kesempatan langka untuk mengamati korona Matahari.
Para astronom menyebut 2026 sebagai awal “era keemasan gerhana”, karena dalam tiga tahun ke depan akan terjadi beberapa gerhana total dan gerhana cincin secara berurutan. Fenomena ini juga dilengkapi dengan peristiwa langit lain seperti gerhana bulan total, hujan meteor, dan parade planet, menjadikan tahun ini sangat istimewa bagi pengamat langit.
Bagi masyarakat Indonesia, gerhana ini tidak akan terlihat secara total, namun tetap bisa disaksikan melalui siaran langsung. Pakar menekankan pentingnya kacamata khusus gerhana untuk melindungi mata, karena melihat Matahari langsung dapat merusak retina.
Fenomena ini tidak hanya menakjubkan secara visual, tetapi juga memiliki nilai ilmiah besar, memungkinkan pengamatan korona Matahari dan angin surya yang sulit dilakukan saat Matahari bersinar penuh.





