Erick Thohir: Pelaku Kekerasan Seksual di Olahraga Bisa Dilarang Seumur Hidup

olahraga sXTyO

BicaraPlus – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi atlet dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan olahraga.

Hal itu disampaikan Erick saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-74 Komite Olimpiade Indonesia di The Ritz-Carlton Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, para atlet telah banyak berkorban demi mengharumkan nama bangsa. Karena itu, mereka tidak seharusnya menjadi korban perlakuan yang tidak pantas di lingkungan olahraga.

Ia mengatakan, sejak menerima laporan mengenai dugaan kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap atlet, pihaknya langsung merespons dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Meski begitu, Erick menegaskan setiap dugaan pelanggaran harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ini sebuah hal yang jahanam. Atlet sudah berkorban, mulai dari sekolahnya, latihan, bahkan keluarganya. Tapi justru dizalimi. Ketika kami menerima laporan, kami langsung merespons dengan tetap menjunjung tinggi praduga tak bersalah,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap kasus yang memiliki unsur pidana harus diproses secara hukum. Selain itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga juga meminta seluruh federasi olahraga memperkuat sistem perlindungan bagi atlet.

Ia menegaskan, perlindungan terhadap atlet harus dilakukan secara maksimal.

“Kasihan atlet. Saya juga punya anak perempuan, jadi perlindungan seperti ini harus benar-benar maksimal,” katanya.

Terkait kasus yang mencuat di cabang olahraga panjat tebing dan kick boxing, Erick mendorong agar pelaku yang terbukti bersalah diberi sanksi tegas, termasuk larangan seumur hidup dari dunia olahraga.

Ia juga menegaskan, pihaknya memiliki prinsip yang sama dengan Komite Olimpiade Indonesia untuk menindak tegas setiap pelanggaran.

“Sebagai pimpinan kita harus memastikan semuanya bersih dan jelas,” kata Erick.

Presiden Prabowo Subianto, sambung Erick, juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan atlet.

Komitmen tersebut, antara lain melalui pemberian bonus serta rencana penyediaan dana pensiun bagi atlet berprestasi.

“Kita ingin menunjukkan bahwa dunia olahraga kita tidak miskin. Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan bagi atlet,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari mengimbau seluruh insan olahraga untuk berani bersuara jika mengalami atau mengetahui adanya kekerasan maupun pelecehan seksual.

Bagi Okto, setiap suara korban maupun saksi sangat penting untuk menghentikan praktik kekerasan di dunia olahraga.

“Jangan diam. Setiap suara akan menjadi keterwakilan bagi teman-teman yang mungkin masih memilih diam. Kami siap mengawal sampai tuntas agar kebiadaban seperti ini dihapus dari dunia olahraga,” tandasnya.

Bagikan