Enam Korban Ditemukan di Puncak Pegunungan, Evakuasi Terkendala Cuaca

WhatsApp Image 2026 01 21 at 19.19.10

Bicaraplus – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan kembali menunjukkan perkembangan penting. Hingga Kamis (22/01/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan enam korban di sekitar puncak Pegunungan Bulusaraung, tidak jauh dari lokasi ditemukannya bagian ekor pesawat. Namun, proses evakuasi masih menghadapi kendala cuaca dan medan ekstrem.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa sejak pagi hari operasi SAR difokuskan pada penyisiran intensif sektor puncak dan area sekitarnya. Unsur darat dikerahkan secara maksimal, sementara pemantauan udara dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian.

“Sejak pukul 07.53 WITA, tim puncak melakukan penyisiran di sekitar lokasi ekor pesawat. Pemantauan dari udara menggunakan helikopter Caracal dilakukan untuk mendukung pergerakan tim darat dan memastikan titik koordinat penemuan korban,” ujar Andi Sultan.

Pada rentang waktu pukul 09.22 hingga 10.11 WITA, tim SAR gabungan menemukan enam korban di beberapa titik yang saling berdekatan. Dari jumlah tersebut, satu paket korban berhasil dievakuasi dari jurang sedalam sekitar 350 meter menuju puncak pegunungan, sementara lima paket lainnya masih menunggu proses evakuasi lanjutan.

“Korban ditemukan dengan jarak sekitar 50 meter antar titik, dan berada di lokasi yang tidak ditemukan serpihan pesawat. Saat ini, seluruh tim difokuskan untuk menyiapkan evakuasi lanjutan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan,” jelasnya.

Sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) sebelumnya disebar di berbagai sektor pencarian dengan kekuatan personel yang berbeda. Setelah titik koordinat dipastikan, seluruh unsur SAR diarahkan menuju lokasi penemuan korban guna mempercepat proses evakuasi.

Upaya dukungan udara kembali direncanakan menggunakan helikopter Bell 429 untuk dropping personel dan logistik. Namun, misi tersebut terpaksa dibatalkan karena kondisi cuaca di lokasi yang tidak memungkinkan, dengan jarak pandang terbatas serta perubahan cuaca yang cepat.

“Medan yang sangat terjal, jurang dalam, dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama dalam operasi SAR ini. Meski demikian, seluruh personel tetap bekerja maksimal dengan mengutamakan keselamatan,” tegas Andi Sultan.

Operasi SAR pesawat jatuh di Pegunungan Bulusaraung akan terus dilanjutkan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan dinamika lapangan. Tim SAR gabungan berkomitmen melakukan upaya terbaik untuk mengevakuasi seluruh korban yang telah ditemukan dan menyelesaikan operasi kemanusiaan ini secara optimal.

Bagikan