Enam Hari Pascabanjir Bandang, TNI-Polri Lanjutkan Pemulihan di Donggala

IMG 20260117 WA0000 303917

BicaraPlus – Memasuki hari keenam pascabanjir bandang di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, personel gabungan TNI-Polri bersama instansi terkait masih melanjutkan upaya penanganan dan pemulihan di sejumlah wilayah terdampak.

Pada Jumat (16/1), ratusan personel diterjunkan ke Kecamatan Tanantovea dan Kecamatan Labuan untuk melakukan pembersihan lingkungan, perbaikan infrastruktur, hingga pelayanan kesehatan bagi warga.

Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel yang dipimpin Kabag Ops Polres Donggala AKP Wakhidin. Selanjutnya, personel dibagi ke sejumlah sektor kerja sesuai wilayah penugasan.

Di Kecamatan Labuan, personel gabungan melakukan pembersihan lanjutan rumah warga terdampak di Desa Labuan Kungguma serta pemasangan jembatan gorong-gorong guna membuka kembali akses menuju Desa Labuan Lumbubaka. Sementara di Kecamatan Tanantovea, pembersihan hunian tetap (huntap) I dan II dilakukan di Desa Wani Lumbupetigi.

Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari turut meninjau langsung lokasi pembangunan jembatan gorong-gorong untuk memastikan proses pengerjaan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Dalam operasi ini, total personel yang terlibat terdiri atas 92 personel Polres Donggala, 102 personel Sat Brimobda Sulawesi Tengah, 30 personel TNI AD, 25 personel BPBD Kabupaten Donggala, serta tim kesehatan dari Bid Dokkes Polda Sulawesi Tengah.

Berdasarkan data hingga 14 Januari 2026, dampak banjir bandang di Kabupaten Donggala meliputi 4 rumah hanyut, 268 rumah tergenang, dan 8 rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 134 kepala keluarga atau 1.093 jiwa tercatat terdampak.

Selain permukiman warga, banjir bandang juga merusak 10 jembatan, 3 ruas jalan, 1 sekolah, 1 masjid, serta 1 kantor KUA.

Meski status tanggap darurat bencana telah berakhir pada 15 Januari 2026, proses penanganan masih dilanjutkan melalui Operasi Aman Nusa II hingga 17 Januari 2026 untuk memastikan pemulihan berjalan optimal.

Kabag Penum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan, langkah cepat yang dilakukan jajaran Polda Sulawesi Tengah merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.

“Fokus utama saat ini adalah membuka kembali akses jalan yang terputus, membersihkan rumah warga, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar Erdi dalam keterangannya.

Ia menambahkan, keterlibatan aparat tidak hanya bertujuan mempercepat pemulihan fisik, tetapi juga membangun kembali rasa aman masyarakat pascabencana.

Ke depan, Satgas Penanggulangan Bencana akan melanjutkan pembangunan jembatan gorong-gorong menuju Desa Labuan Lumbubaka, pembersihan lanjutan rumah warga, distribusi air bersih menggunakan mobil AWC, serta pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.

Hingga kini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali.

Bagikan