Elon Musk Soroti Utang Amerika Serikat yang Mencapai US$38,5 Triliun, Apa Dampaknya?

images 6

BicaraPlus – Beban utang Amerika Serikat kini mencatat rekor hingga US$38,5 triliun, memicu kekhawatiran soal keberlanjutan fiskal negara adidaya ini. CEO Tesla, Elon Musk, kembali menyoroti masalah ini dalam sebuah episode The Joe Rogan Experience, seperti dikutip YahooFinance, Rabu (1/2).

Musk memaparkan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi pemerintah AS dalam menanggulangi krisis utang. Ia menekankan bahwa meskipun arah kebijakan bisa diperbaiki, sistem utang saat ini memiliki keterbatasan yang sulit diatasi secara menyeluruh.

“Kita bisa memperbaiki arahnya, tetapi pada akhirnya sistem ini tidak bisa sepenuhnya diperbaiki,” ujar Musk. Ia menambahkan, tindakan ekstrem, yang ia analogikan seperti “Genghis Khan dalam memangkas pemborosan”, tidak realistis diterapkan di negara yang ingin tetap mempertahankan prinsip demokrasi.

Menurut Musk, yang menjadi perhatian utama bukan hanya total utang, tetapi biaya untuk membayar bunga. Data Departemen Keuangan AS menunjukkan pemerintah mengeluarkan US$1,22 triliun untuk bunga bersih pada tahun fiskal 2025. Pada bulan pertama tahun fiskal 2026, biaya bunga sudah mencapai US$355 miliar. Musk menilai angka ini sebagai sinyal peringatan bagi keberlanjutan fiskal negara.

“Pembayaran bunga kini melebihi seluruh anggaran militer Amerika. Itu salah satu momen yang menyadarkan saya,” kata Musk. Ia menggarisbawahi pemangkasan belanja saja tidak cukup untuk menanggulangi utang, karena hal tersebut hanya menunda puncak risiko kebangkrutan.

Musk kemudian membahas kemungkinan solusi jangka panjang. Ia menekankan pentingnya inovasi melalui kecerdasan buatan (AI) dan robotika untuk meningkatkan produktivitas ekonomi, yang menurutnya dapat membantu negara membayar utang secara berkelanjutan.

“Saya sampai pada kesimpulan bahwa satu-satunya cara untuk membawa Amerika keluar dari krisis utang adalah menumbuhkan ekonomi dengan laju yang memungkinkan pembayaran utang tersebut,” ujarnya.

Kritik Musk muncul di tengah meningkatnya perhatian publik dan investor terhadap defisit fiskal Amerika Serikat, terutama di saat bunga utang terus naik dan pengeluaran pemerintah masih tinggi. Pernyataan ini menyoroti tantangan serius yang dihadapi negara dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, belanja publik, dan keberlanjutan utang.

Bagikan