Dunia Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Diharap Redakan Konflik Timur Tengah

1775645977293 newsmedia tasnimnews ir tasnim uploaded image 1404 02 21 140402211040015732813064 1

BicaraPlus – Mayoritas komunitas internasional menyambut positif kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Banyak pihak berharap langkah ini menjadi titik awal meredakan konflik di Timur Dunia Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Diharap Redakan Konflik Timur Tengah

Mayoritas komunitas internasional menyambut positif kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Banyak pihak berharap langkah ini menjadi titik awal meredakan konflik di Timur Tengah.

Kedua negara mengonfirmasi telah mencapai gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April, setelah hampir 40 hari pertempuran sengit. Kesepakatan itu diumumkan kurang dari dua jam sebelum Presiden Donald Trump mengeluarkan ultimatum yang mengancam serangan besar terhadap Iran.

Menurut pernyataan resmi, kesepakatan tercapai melalui mediasi Pakistan. Pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Islamabad pada 10 April untuk mencari solusi damai jangka panjang.

Iran menyebut kesepakatan ini sebagai “kemenangan”, sementara AS menekankan pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik kesepakatan tersebut. Juru bicara Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menyerukan semua pihak mematuhi hukum internasional dan menjalankan gencatan senjata secara penuh.

PBB menekankan bahwa penghentian konflik penting untuk melindungi warga sipil dan mengurangi dampak kemanusiaan.

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi menilai langkah ini membuka peluang kembali ke jalur diplomasi, termasuk pembahasan program nuklir Iran.

Sejumlah pemimpin Eropa menyambut kesepakatan ini sebagai langkah menjauh dari konflik besar.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebutnya sebagai “kelegaan” bagi dunia. Ia juga mendorong agar gencatan senjata dipertahankan dan jalur pelayaran kembali dibuka.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menilai kesepakatan ini membuka ruang bagi pemulihan transportasi maritim dan diplomasi.

Sementara, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengingatkan bahwa kerugian akibat konflik tetap harus menjadi perhatian dalam proses perdamaian.

Negara-negara di Timur Tengah juga merespons cepat dan mayoritas mendukung kesepakatan tersebut.

Arab Saudi menyatakan harapan terhadap proses damai yang lebih luas, sementara Qatar menyebutnya sebagai langkah awal de-eskalasi.

Uni Emirat Arab menilai kesepakatan ini sebagai hasil penting dalam menjaga stabilitas kawasan.

Negara seperti Oman dan Irak menekankan perlunya dialog jangka panjang, sementara Mesir dan Turki menyatakan dukungan terhadap proses diplomasi lanjutan.

Di lain sisi, India menyoroti dampak konflik terhadap rantai pasokan energi global dan perdagangan. India juga berharap kebebasan navigasi di Selat Hormuz tetap terjaga.

Gencatan senjata ini dinilai sebagai peluang penting untuk menghentikan eskalasi konflik yang telah mengganggu jalur pelayaran strategis dunia.

Meski hanya berlangsung dua minggu, banyak pihak melihatnya sebagai “jendela kesempatan” untuk mendorong dialog dan solusi damai.

Namun, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada komitmen semua pihak dalam mematuhi kesepakatan dan menyelesaikan akar konflik.

Bagikan