Dosen IPB University Bagikan Tips Atur Keuangan Jelang Lebaran, Terapkan Prinsip 3S untuk THR

kelola uang thr dan insentif lebaran dengan bijak dosen ipb university bagikan strategi 3s.jpg 770x400 1

BicaraPlus – Menjelang Lebaran, pengeluaran rumah tangga biasanya meningkat. Agar kondisi keuangan tetap terkendali, dosen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, Istiqlaliyah Muflikhati, membagikan sejumlah strategi pengelolaan keuangan menjelang hari raya.

Menurutnya, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana anggaran berdasarkan skala prioritas.

Anggaran tersebut disusun dengan mengidentifikasi seluruh kebutuhan, lalu mengurutkannya dari yang paling utama hingga yang kurang mendesak.

“Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat anggaran dengan cara mengidentifikasi kebutuhan. Lalu diurutkan mulai dari yang utama sampai yang kurang penting,” kata Istiqlaliyah.

Ia mencontohkan kebutuhan utama yang perlu diprioritaskan antara lain zakat fitrah, zakat mal, transportasi mudik, kebutuhan silaturahmi, hingga pemberian tunjangan hari raya (THR) untuk keluarga.

Dahulukan Kebutuhan Primer

Setelah kebutuhan utama terpenuhi, masyarakat dapat mulai menyusun daftar kebutuhan sekunder.

Beberapa di antaranya seperti membeli baju Lebaran, dekorasi rumah, hingga kegiatan rekreasi bersama keluarga.

Namun demikian, seluruh rencana pengeluaran harus tetap disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

“Anggaran tentunya harus mempertimbangkan kondisi keuangan. Sebisa mungkin hindari utang,” tegasnya.

Terapkan Prinsip 3S untuk Mengelola THR

Terkait pengelolaan THR, Istiqlaliyah menyarankan agar dana tersebut tidak langsung dihabiskan untuk berbelanja.

Ia memperkenalkan prinsip 3S, yaitu Spending (konsumsi atau belanja), Saving (menabung), dan Sharing (berbagi atau infaq).

“Setiap menerima uang masuk, termasuk THR, sebaiknya dialokasikan untuk 3S,” ujarnya.

Menurutnya, THR sebaiknya digunakan untuk menambah anggaran belanja yang telah direncanakan sebelumnya, bukan dibelanjakan seluruhnya.

Jika ingin membawa oleh-oleh saat mudik, ia mengingatkan agar tetap dalam batas wajar dan tidak berlebihan.

Hindari Belanja Impulsif

Untuk menegaskan pengeluaran berlebih, masyarakat juga bisa memanfaatkan promo atau diskon saat berbelanja kebutuhan Lebaran.

Namun ia mengingatkan agar tidak mudah tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

“Perlu diingat, dahulukan memenuhi kebutuhan, bukan keinginan,” katanya.

Ia juga membagikan beberapa cara untuk menghindari belanja impulsif, di antaranya membuat dan mematuhi anggaran yang telah disusun, menggunakan metode pembayaran nontunai dengan batas tertentu, serta membatasi kebiasaan scrolling saat belanja daring.

Menurutnya, kebiasaan melihat-lihat barang tanpa rencana atau window shopping juga dapat memicu pembelian spontan.

Jika muncul keinginan membeli barang di luar daftar kebutuhan, sebaiknya tidak langsung melakukan pembayaran.

Tunda keputusan hingga keesokan hari untuk memastikan barang tersebut memang benar-benar dibutuhkan.

Sisihkan Dana Setelah Lebaran

Istiqlaliyah juga mengingatkan agar masyarakat tidak berbelanja saat kondisi emosional, seperti ketika lapar atau sedang stres, karena dapat memengaruhi pengambilan keputusan.

Ia menekankan pentingnya disiplin finansial agar kondisi keuangan tetap stabil setelah Lebaran.

“Hindari utang dan sisihkan dana untuk pasca-Lebaran. Jangan sampai setelah Lebaran bingung karena tidak ada simpanan,” pungkasnya.

Bagikan