
BicaraPlus – Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC) memberikan diskon tarif tol hingga 44 persen selama Maret 2026 serta potongan khusus sebesar 30 persen pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran. Kebijakan ini diharapkan mampu mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi biaya distribusi barang selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Diskon tarif tol JTCC diberikan oleh PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP Tollways) sebagai Badan Usaha Jalan Tol ruas Cibitung–Cilincing. Potongan tarif sebesar 30 persen berlaku pada tanggal 15, 16, 26, dan 27 Maret 2026 yang bertepatan dengan periode puncak arus mudik dan arus balik Lebaran. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kelancaran arus kendaraan serta mendukung stabilitas sektor logistik nasional.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Akses Pelabuhan Indonesia, Juli Tarigan, menyampaikan bahwa pemberian diskon tarif merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya transportasi sekaligus memastikan distribusi barang tetap berjalan lancar di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama bulan Ramadan dan Lebaran.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama PT CTP Tollways, Erwan Dwi Winanto, menegaskan bahwa kebijakan diskon tarif tol juga merupakan dukungan terhadap arahan pemerintah dalam menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik. Ia berharap insentif tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pelaku logistik yang memanfaatkan ruas Tol Cibitung–Cilincing.
Sebagai operator JTCC, PT CTP Tollways telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan volume kendaraan selama periode mudik. Seluruh gardu tol akan dioperasikan secara optimal dan didukung penggunaan mobile reader guna mempercepat transaksi. Selain itu, pemantauan lalu lintas dilakukan melalui Traffic and Information Center (TIC), penyampaian informasi kondisi jalan melalui Variable Message Sign (VMS), serta koordinasi intensif dengan Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.





