Dedi Mulyadi Akhiri Spekulasi Soal Sumber Air Mata Air Pegunungan Aqua Subang

650be7a81e6b3 1695279016

BicaraPlus – Isu mengenai praktik pengambilan air baku oleh pabrik air minum kemasan (AMDK) besar, sering kali menjadi amunisi empuk dalam diskursus publik, terutama di tengah kekhawatiran krisis air. Hal inilah yang sempat menimpa pabrik Aqua di Subang, Jawa Barat, yang terseret pusaran spekulasi digital.

Namun, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bergerak cepat untuk meredakan badai tersebut. Dalam kunjungan keduanya ke fasilitas Aqua di Subang, KDM secara tegas mengklarifikasi duduk perkara yang sempat membuat pabrik tersebut disudutkan.

Spekulasi ini bermula dari unggahan atau konten kunjungan awal KDM ke pabrik tersebut. Di kalangan netizen, konten itu menyimpulkan sepihak bahwa air baku Aqua diambil dari air tanah menggunakan bor, seolah-olah setara dengan praktik pengambilan air untuk kebutuhan rumah tangga biasa.

Kunjungan klarifikasi KDM menjadi momen penting, terutama bagi para karyawan Aqua yang merasa tertekan oleh narasi negatif yang beredar. KDM menyambangi sejumlah karyawan dan berdialog terbuka mengenai isu yang berkembang.

KDM meluruskan, sejak awal kunjungannya, ia tidak pernah memiliki niat untuk mendelegitimasi atau menjelek-jelekkan citra Aqua. Ia menunjuk jari pada asal muasal polemik, “Yang protes kan netizen,” ujarnya.

Puncak klarifikasi terjadi saat karyawan Aqua membutuhkan penegasan yang lugas.

“Jadi, mata air clear ya?” tanya para karyawan beramai-ramai.

KDM menjawab tanpa keraguan, meruntuhkan semua spekulasi yang terlanjur viral, “Iya, mata air clear (dari pegunungan),” jawabnya, menegaskan bahwa sumber air utama yang digunakan Aqua di Subang adalah murni dari mata air pegunungan.

Klarifikasi Dedi Mulyadi ini penting. Selain berfungsi sebagai koreksi terhadap kesimpulan prematur di ranah digital, pernyataan ini juga secara implisit melindungi reputasi industri besar dari hoaks yang berpotensi merugikan ekonomi lokal dan ribuan pekerja.

Dengan pengakuan tegas ini, KDM berharap isu air baku yang sempat mengalir deras di media sosial kini kembali jernih, mengalir langsung dari sumbernya: mata air pegunungan yang dikelola secara industri.

Bagikan