
BicaraPlus – Presiden menegaskan peringatan keras terkait potensi laporan palsu dalam pengelolaan investasi negara saat menghadiri acara Danantara. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa integritas laporan kinerja menjadi faktor krusial dalam memastikan tata kelola investasi berjalan efektif dan terpercaya.
Presiden meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan aset negara untuk tidak menyampaikan laporan yang direkayasa atau sekadar menyenangkan pimpinan. Menurutnya, praktik manipulasi data justru berpotensi merusak kepercayaan serta menghambat upaya perbaikan manajemen.“Jangan main-main dengan laporan palsu. Jangan ada laporan yang dibuat seolah-olah baik, tetapi tidak sesuai kenyataan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam lembaga investasi strategis seperti Danantara. Ia menilai bahwa laporan yang akurat akan membantu pemerintah mengambil keputusan yang tepat, sekaligus meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata investor global.
Selain itu, Presiden menyampaikan bahwa perbaikan tata kelola dan konsolidasi pengelolaan aset dalam satu kendali strategis mulai menunjukkan hasil positif. Ia mengaku menerima laporan bahwa kinerja pengelolaan aset mengalami peningkatan signifikan dalam satu tahun terakhir.Namun, ia kembali menekankan bahwa capaian tersebut harus didukung oleh data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Presiden berharap penguatan integritas laporan dan manajemen profesional dapat menjadikan lembaga investasi negara sebagai motor pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dengan tata kelola yang baik, pengelolaan aset negara diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.





