
BicaraPlus – Komando Pusat Amerika Serikat (AS) atau United States Central Command (CENTCOM) menyatakan hingga 4 Maret, militer AS telah melancarkan serangan udara berkelanjutan yang menargetkan hampir 2.000 sasaran militer dan strategis di Iran.
Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut operasi dilakukan siang dan malam dengan fokus pada pelemahan kemampuan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Target disebut mencakup lokasi peluncuran rudal, pusat komando, sistem pertahanan udara, serta aset angkatan laut.
Sejumlah laporan juga menyebutkan 11 kapal perang Iran hancur dalam rangkaian serangan tersebut. Namun, belum ada konfirmasi independen terkait jumlah kerusakan yang diklaim.
Analisis awal yang beredar menyebut hampir 900 sorti dilakukan dalam 12 jam pertama operasi. Militer AS dilaporkan menggunakan sistem penargetan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi serangan.
Citra satelit dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api dan kerusakan pada sejumlah fasilitas militer di beberapa kota dan pangkalan di Iran. Hingga kini, belum ada verifikasi independen menyeluruh atas seluruh rekaman tersebut.
Pejabat AS menyatakan tujuan operasi adalah melemahkan kemampuan Iran dalam memproyeksikan kekuatan di kawasan serta mencegah potensi ancaman terhadap kepentingan AS. Sasaran disebut mencakup fasilitas skala besar hingga unit rudal individual, radar, bunker yang diperkuat, dan platform peluncuran.
Di tengah meningkatnya intensitas serangan, pihak Iran mengklaim melakukan serangan balasan terhadap aset militer AS.
Kantor berita Tasnim pada 4 Maret melaporkan sebuah sumber yang menyatakan bahwa Iran menargetkan jet tempur F-15 milik AS. Sumber tersebut mengklaim satu unit F-15 ditembak jatuh oleh unit pertahanan udara Iran.
Sebuah pesawat F-15 dilaporkan jatuh di wilayah Kuwait, dan pilot disebut berhasil melontarkan diri sebelum pesawat menghantam daratan. Klaim ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak militer AS.
Sebelumnya, pada 2 Maret, angkatan bersenjata Iran juga mengklaim telah menembak jatuh jet tempur F-15 AS di dekat perbatasan Iran-Kuwait. Laporan mengenai insiden tersebut disebut dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Kuwait, meski detail resmi terkait penyebab jatuhnya pesawat belum dirilis secara terbuka.
Sejumlah foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan puing-puing pesawat di wilayah Kuwait serta momen pilot melontarkan diri sebelum pesawat jatuh. Keaslian dan kronologi lengkap rekaman tersebut masih menunggu verifikasi lebih lanjut.
Situasi di kawasan masih berkembang, sementara kedua pihak belum memberikan keterangan rinci tambahan terkait dampak keseluruhan operasi militer yang berlangsung.




