
BicaraPlus – Antusiasme masyarakat menjelang hari raya kembali terlihat dari cepatnya kuota penukaran uang baru yang disediakan Bank Indonesia (BI). Melalui laman resmi PINTAR BI, diumumkan bahwa kuota penukaran uang Rupiah Termin 2 untuk wilayah Pulau Jawa telah habis terpesan. Tingginya minat masyarakat untuk mendapatkan uang pecahan baru menjelang pembagian THR membuat kuota terserap dalam waktu singkat.
Sementara itu, bagi masyarakat di luar Pulau Jawa, pemesanan penukaran uang Termin 2 akan dibuka pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB atau 09.00 WITA dan 10.00 WIT. BI mengimbau masyarakat untuk mengakses situs tepat waktu karena sistem menggunakan kuota terbatas dan biasanya cepat penuh, terutama mendekati momentum Lebaran.
Melalui sistem digital PINTAR BI di pintar BI , masyarakat kini tidak perlu lagi mengantre panjang sejak subuh seperti tahun-tahun sebelumnya. Proses penukaran dilakukan dengan sistem pemesanan online terlebih dahulu. Masyarakat cukup membuka situs resmi, memilih menu penukaran uang Rupiah melalui kas keliling, menentukan provinsi dan lokasi penukaran, lalu memilih tanggal serta jam yang tersedia. Setelah itu, pengunjung diminta mengisi data diri seperti NIK sesuai KTP, nama lengkap, nomor telepon, dan email aktif. Jika proses berhasil, sistem akan mengirimkan bukti pemesanan yang wajib disimpan.
Pada hari penukaran, masyarakat harus membawa KTP asli yang sesuai dengan data pendaftaran serta bukti pemesanan, baik dalam bentuk digital maupun cetak. Penukaran tidak dapat diwakilkan dan wajib hadir sesuai jadwal yang dipilih. Uang yang akan ditukar juga harus disusun rapi dan tidak distaples atau direkatkan untuk mempercepat proses verifikasi. Nominal penukaran pun mengikuti batas maksimal yang telah ditetapkan Bank Indonesia per orang.
Fenomena cepat habisnya kuota ini bukan hal baru. Setiap menjelang hari besar keagamaan, kebutuhan uang pecahan kecil meningkat drastis karena tradisi berbagi THR kepada anak-anak dan keluarga. Dengan sistem reservasi online, BI berupaya menciptakan proses yang lebih tertib, transparan, dan mengurangi praktik percaloan yang sebelumnya kerap terjadi.
Meski demikian, Bank Indonesia juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transaksi non-tunai seperti transfer digital dan QRIS dalam pembagian THR. Selain lebih praktis dan aman, cara ini juga mendukung percepatan transformasi sistem pembayaran nasional.
Bagi masyarakat yang belum mendapatkan kuota di Pulau Jawa, disarankan untuk terus memantau informasi resmi dari Bank Indonesia terkait pembukaan termin selanjutnya. Persiapan lebih awal, koneksi internet yang stabil, dan ketepatan waktu saat jadwal dibuka menjadi kunci agar tidak kembali kehabisan kuota penukaran uang baru.




