BRIN Ungkap Fakta Cahaya Misterius di Langit RI

1776045829 36097340

BicaraPlus – Kemunculan objek bercahaya di langit yang terlihat di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu (11/4) malam sempat menghebohkan publik. Fenomena itu dilaporkan terlihat dari Lampung, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB, hingga NTT sekitar pukul 18.40 WIB atau 19.40 WITA.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akhirnya memberikan penjelasan terkait fenomena tersebut. Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menyebut objek itu merupakan bagian dari peluncuran roket China.

Menurut Thomas, cahaya tersebut berasal dari roket jenis Smart Dragon-3 atau Jielong-3 yang diluncurkan pada hari yang sama.

“Cahaya yang terlihat di langit itu adalah jejak roket Jielong-3 yang sedang menuju orbit. Ekor cahaya tersebut berasal dari semburan gas roket saat melintasi atmosfer atas menuju antariksa,” kata Thomas dalam keterangannya, Senin (13/4).

Ia menjelaskan, roket itu diluncurkan pada pukul 18.32 WIB dari sistem peluncuran berbasis laut di wilayah Yangjiang, Guangdong, China. Lintasan roket melintasi wilayah Indonesia, sehingga fenomenanya bisa terlihat dari berbagai daerah.

Menurut Thomas, roket Jielong-3 merupakan roket berbahan bakar padat yang mampu mencapai ketinggian sekitar 500 kilometer. Dalam misi tersebut, roket digunakan untuk meluncurkan satelit internet ke orbit sun-synchronous.

Cahaya yang tampak melengkung di langit malam merupakan efek visual dari gas buang roket yang memantulkan cahaya matahari di atmosfer atas. Hal ini membuat semburan gas terlihat terang, meski di permukaan Bumi sudah gelap.

Thomas menegaskan, fenomena ini berbeda dengan kejadian pada awal April 2026 lalu.

“Yang terjadi pada 4 April adalah jatuhnya sampah antariksa berupa sisa roket lama tipe CZ-3B. Sedangkan yang terlihat pada 11 April ini adalah roket yang sedang diluncurkan, bukan benda jatuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, sampah antariksa biasanya tampak terpecah dan terbakar saat masuk atmosfer. Sementara peluncuran roket terlihat sebagai semburan gas yang berinteraksi dengan atmosfer atas.

Fenomena ini juga dipastikan tidak berbahaya bagi masyarakat. Menurut Thomas, kejadian tersebut merupakan bagian dari aktivitas keantariksaan global yang sesekali bisa diamati dari Indonesia, terutama saat lintasan peluncuran melintasi wilayah ini.

Bagikan